Binar Bervakansi

YATS Colony Yogyakarta

Masih ada oleh-oleh nih dari wisata seni ART|JOG 2017 minggu lalu. Banyak sekali yang tanya via IG Stories, gara-gara tiap pagi saya suka share video dari tempat saya menginap. “Kok lucu banget sih, Dyn? Itu dimana deh? Serius ada hotel kayak gitu di Jogja?”, dsb. Nah biar komplit, jawabnya borongan di sini saja ya. 😌

img_2218

No matter how many times I have visited this calming city, I always find a new angle to explore Jogja. Termasuk perkara pilihan akomodasinya. Lemme take you to this eccentric boutique hotel named YATS Colony.

img_2138

Hakikat ide yang paling mencuri perhatian saya dari YATS Colony adalah konsep co-living space mereka. Hotel ini dihidupkan oleh hasil ekstensi sejumlah proyek kreatif yang sangat mutualis. Hingga muncul kepastian kesan bahwa tiap sudut ruang benar-benar diciptakan secara matang. Tak percaya? Scroll down!

img_2206

Begitu buka pintu kamar, bersiaplah terbengong-bengong dengan desain interiornya. Pack and proportional. Dari pemilihan bed cover, wall art, amenities basket, door signage, cushion, lampu tidur, sampai cermin sekalipun. Semua diperhatikan terinci. Kayak kamar khas Tumblr gitu. LAFF!

img_2214
No ordinary wall art.
img_2213
Bump the bed!
img_2205
Designed by Ayang Cempaka.
img_2204
Door signage.
img_2202
Switch off when you no longer need it, please.
img_2215
Tell me who’s the fairest?

Sekarang, jalan-jalan yok keliling area luar YATS Colony. Dijamin, gawai dan kamera kalian bakal penuh dengan ratusan foto menggemaskan. Soalnya, ada begitu banyak titik atraktif yang sayang jika dilewatkan.

img_2203
Swimming pool bergaya khas alam tropis. Disempurnakan dengan circular pool lounge untuk aktivitas BBQ yang bisa disiapkan.
img_2210
Stone slider.
img_2208
Penempatan tanaman hijau yang sangat artistik.
img_2209
You don’t wanna miss the frontyard.
img_2207
Urban vibe, I must say.
img_2212
Mr. and Mrs. Deer McCheer.

 

Poin minusnya cuma dua kok. Menurut saya, pertama, sajian makanannya masih belum memuaskan. Beberapa hari sarapan, saya mencoba Egg Bennedict, Omlette, Smooties, Butter Croissant, sampai Bubur Ayam. Semua rasanya hambar. Including their coffee, not quite close to my taste. Kedua, YATS Colony juga belum memiliki sistem room service agar kita bisa memesan dan menikmati makanan dari kamar.

img_2216

img_2201

After all, saya merekomendasikan YATS Colony untuk dikunjungi bersama teman dan keluarga kecil. Selain nyaman, kru mereka benar-benar helpful dan cekatan. Posisi hotelnya pun hanya 35 menit dari Bandara Internasional Adisutjipto. So yes, put this on your list whenever you’re about to visit Jogja. Stay. And make the most of it.

YATS Colony Room Rate ➸ click here

Read more hotel recommendation ➸ The 101 Hotel Bogor Suryakancana

Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

logo

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

22 Juni 2017

Lokasi: Jalan Patangpuluhan No. 23, Wirobrajan, Yogyakarta, Indonesia

Foto: Andyna

Binar Bervakansi · Tudung Seni

TRAVEL 101: 10 Etika Bervakansi Seni

Demam suasana ART|JOG 2017 masih sangat terasa. Thanks to the cyber madness, I have to admit. Perayaan seni di negeri kita sekarang bisa mendapatkan atensi publik secara proporsional. Kita, sidang penikmat seni, pun serasa ikut dilibatkan dalam spasial yang semakin interaktif dan responsif.

img_1849

Gara-gara bertandang ke ART|JOG 2017, saya menemukan bentuk kecemasan lain. Khususnya menyoal ketertiban para pengunjung. Bukan karena saya gila aturan. Namun pemahaman ini menjadi hakikat penting demi kenyamanan bersama. So here they are, 10 etika bervakansi seni yang juga sudah dilakukan di banyak negara.

img_1895

1. Berpakaian Baik

Spending time to come to an art festive is a concrete form of appreciation to the artists. Tidak mesti formal kok. Tapi pilihlah pakaian yang baik, sopan, dan tidak menodai atmosfer acara. Masa situ tega pakai Crocs dekil, kaos bola kucel, atau sandal jepit kayak mau ke warung?

img_1876

2. Antri

Adalah wajar jika jumlah pengunjung dibuat rotasi terbatas. Misal, setiap satu jam hanya boleh ada 100 orang di dalam pameran. Tujuannya, agar pergerakan tidak menumpuk dan membahayakan ruang jarak karya seni. Karena itu, bersabarlah antri, atau datanglah lebih pagi.

img_1879

3. Loker Barang

Titipkan tas atau barang bawaan ke loker yang sudah pasti tersedia. Guna pertama, menghindari kehilangan karena digeletakin sembarangan. Guna kedua, tubuh kita jadi lebih leluasa berjalan. Guna ketiga, mengurangi resiko kalian menyenggol atau memecahkan karya seni

img_1885

4. Turn Off The Flash

Hobi jeprat-jepret? Boleh banget bawa kamera. But turn off the flash (blitz) please. Intensitas flash yang berulang dapat merusak karya seni, baik itu warna, tekstur, hingga materi dasarnya. Di beberapa museum mancanegara, kamera bahkan tidak diperbolehkan masuk sama sekali, terkait usia karya yang sudah melintasi zaman.

img_1889
5. Jaga Jarak Berfoto

Geregetan setinggi langit kalau lihat orang yang seenaknya foto sampai badannya nempel, atau malah menginjak karya seni. Gusti! Itu bikinnya setengah mati loh. Biasakan beri jarak foto setidaknya 1 meter dari objek, atau manfaatkan fitur zoom in pada lensa.

img_1884
6. Touch Me Not

Masih turunan dari poin sebelumnya. Saya sering sekali melihat orang begitu lancang menyentuh karya seni karena alasan penasaran. Duh! Penasaran sama norak beda tipis ya? Nanti giliran tangannya kotor, basah, berminyak, terus nempel di objek yang disentuh, situ sanggup ganti?

img_1881
7. Less Talking

Read the art credits. Pay attention to the epitome of details. Learn as much as you can. Kalau mau berisik cekikikan dan ngobrol ngalor-ngidul, pergi saja ke beer house.

img_1886
8. Duduk Sembarangan

Lorong sepanjang galeri difungsikan sebagai akses jalan pengunjung. Jadi jika kalian mulai pegal, beristirahatlah di tempat yang sesuai. Jangan duduk sembarangan memenuhi koridor.

img_1873
9. No Picnic Inside

Salah satu hal yang saya suka dari ART|JOG 2017 yaitu partisi food stall di taman luar. Fasilitas ini memudahkan kalian untuk makan dan minum di antara jeda atau setelah kunjungan selesai. Never try to sneak any food or drink inside. It ain’t a picnic!

img_1890
10. Tertib Sampah

Terakhir. Pasti nyaman kan kalau bebas berkeliling menikmati karya seni dengan area yang bersih? Maka buang sampahmu pada tempatnya biarpun hanya sekecil sobekan tiket.

img_1851-2
Bervakansi menikmati karya seni sungguh dapat menjadi alternatif liburan yang asyik. Terlebih, Indonesia punya begitu banyak seniman ganas dan liar yang bertumbuh sepanjang masa. Selamat mencoba. Jelajahi negeri dengan tawa!

Read more about art Flow Into Now: Republik Serba Kekinian

Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

18 Juni 2017

Lokasi: ART|JOG 2017, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia

Foto: Andyna

Binar Bervakansi

TRAVEL 101: Konsumtif Saat Ngetrip

Siapa bilang perilaku konsumtif cuma berlaku saat midnight sale? Atau cuma dimonopoli ibu-ibu? Faktanya, ketika bervakansi pun kita punya kecenderungan besar untuk jadi boros bukan main. Terutama pada pengeluaran yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan. Regarding that matter, I would love to share you some of my super easy travel tips. Keep reading, Blog Walkers!

FullSizeRender

1. Sharing Cost

Strategi ampuh pertama yang saya suka adalah sharing cost, dimana kita bisa berbagi biaya perjalanan dengan sistem sama rata. Sistem ini sangat cocok diaplikasikan kalau kalian punya teman-teman perjalanan yang memiliki tujuan sama. Sharing cost juga menekan keinginan konsumtif kita agar tetap fokus mencapai objek tujuan yang sudah disepakati.

2. Sarapan Yuk!

Frankly speaking, I’m not a morning person. Tapi kalau sedang berlibur, alarm tubuh saya justru semangat buat bangun pagi. Salah satu alasannya karena kita bisa sarapan santai tanpa mikirin berangkat kerja. Selalu biasakan sarapan di hotel supaya tidak ada keinginan jajan, dan baru lapar lagi saat jam makan siang.

Opsi lain, kalau menginap di dekat area pasar tradisional, saya juga suka berburu sarapan pagi khas daerah itu. Selain murah meriah, ngobrol dengan penjaja penganan pasar itu momen mengenal kearifan lokal yang asyik loh.

3. Shower Kit

Saya selalu membiasakan diri untuk tetap bawa shower kit pribadi saat berpergian. Memang sih hampir tiap akomodasi menyediakan shower kit mereka masing-masing. But seriously, do you wanna use that lame toothbrush? Or even apply that Only-God-Knows-What-Bodywash to your skin?

Nah, daripada beli yang baru, kan mendingan bawa dari rumah. Untungnya lagi nih, kalau kena connecting flight dan mesti transit lama, kita bisa praktis mandi di bandara. Keep looking fresh 24/7! 

4. Cemal-Cemil

Banyak yang bilang, ngetrip sama saya itu anti drama dan anti cranky. Lemme tell you one of my secrets; get some good snacks! It will always light up your mood. Jelly cup and chocolate balls are the easiest to pack. Supaya tidak boros, sebelum berangkat masukin cemilan kesukaanmu ke dalam tas. Sebab di beberapa tempat wisata, harga jajanan biasanya cenderung lebih mahal.


5. Anti Dititipin

Ini dia kebiasaan buruk yang tidak akan pernah saya tolelir. Kalau mau nitip barang khusus, apalagi di lokasi yang tidak sejalan dengan itinerary kita, ya uangnya sediakan sejak awal dong. Jangan berani-beraninya bilang, “Nanti gue ganti kok!”, tapi pas terima barangnya pura-pura lupa.

Memaklumi titipan orang lain juga berpotensi menggoda kita untuk membeli barang yang tidak kita butuhkan, menambah biaya transportasi, atau bahkan bayar ekstra bagasi. Bukannya tidak boleh, tapi wajar kok selektif pilah-pilih titipan.

Kalian punya pengalaman konsumtif juga pas ngetrip? Saya mau baca dong di kolom komen. Semoga bermanfaat ya. Selamat mencoba. Jelajahi negeri dengan tawa.

Read more about travel ➸ Travel 101: Ngetrip Jangan Ngutang

Disclaimer:
Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita dengan tema “Budaya Konsumtif”.

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

11 Juni 2017

Foto: Ikka Wuwiwa, Woman’s Day, Good Housekeeping, Resep dan Masakan, Fashion Mumblr, YouTube Whats Up Moms, Gudchois Chocolate

Tudung Seni

MIXTAPE Vol. 10: One Love Manchester

When life knocks you down 9 times, then get up 10 times! No perfect words can describe how much I adore the inspiring Moonlight Bae, Ariana Grande. After being dragged into devastating tragedy, I can’t imagine how the attack must have been traumatic for her. But instead, she handled it with grace and righteous intentions. She decided to return and initiate a benefit concert with some fellow musicians. 

https-s3-ap-southeast-2.amazonaws.comvms-live-event-assets-prodtvimages20170675176ONLO1_OneLoveManchester_1920_170602

So today, I’d like to share you my most favorite tear-jerking performances during One Love Manchester. And yeah, you should probably keep that box of tissue right next to you, cause you might need it as well. Let’s sing along!

1. Black Eyed Peas & Ariana Grande – “Where is The Love”

It has been 14 years since this song looped into our playlist and still so relevant with the world situation. I swear you need to listen how the crowd were rapping word by word. This is just the definition of goosebumps!

Fave Part: Whatever happened to the values of humanity? // Whatever happened to the fairness and equality? // Instead of spreading love we’re spreading animosity // Lack of understanding / leading us away from unity //

2. Chris Martin, Jonny Buckland, Ariana Grande – “Don’t Look Back in Anger”

“Ariana, we all wanna say thank you to you for being so strong and so wonderful. You’ve been singing a lot for us. So I think, we in Britain wanna sing for you. This is called Don’t Look Back in Anger, and this is from us to you.” -Chris Martin

Fave Part: All of ’em!

3. Pharrell Williams & Miley Cyrus – “Happy”

Pharrell and Miley are simply 2 freakin’ souls whom I look up to since forever. Like forever. What a surprise to catch this uplifting song from them both. God! I really wannabe in the middle of that Old Trafford crowd! 😭

Fave Part: I should probably warn you I’ll be just fine // No offense to you / don’t waste your time // Here’s why! // Because I’m happy //

4. Katy Perry – “Roar”

There is no doubt that Katy knows how to make pretty bold statement on stage. First, by putting the sample of Hard Knock Life by Jay-Z on the intro. Second, she printed some Instagram photos of Manchester attack victims on her dress. Vroom! Vroom!

Fave Part: Now I’m floating like a butterfly // Stinging like a bee I earned my stripes //

5. Ariana Grande – “One Last Time”

The way she holds her boyfriend’s hand on the first verse. The way she tried not to burst into a tears. The way she stand tough to even finish this closing act. To me, this little human being is just 23 years old normal person with such a brave heart.

Fave Part: All I really care is you wake up in my arms // One last time // I need to be / the one / who takes you home //

Read more about music  ➸ Ariana Grande: The Honeymoon Tour Jakarta

June 6th, 2017

Video: Courtesy of BBC

Photo: 9 Now

Binar Bervakansi

TRAVEL 101: Ngetrip Jangan Ngutang!

Kegelisahan saya kali ini tumbuh akibat seringnya mendengar curhatan mendadak dari teman-teman di sekitar. Bunyinya kira-kira begini, “Gawat nih cuy! Gue balik LOB (Live On Board) terancam kasbon ke kantor”, “Family trip tuh bikin cekak di belakang loh!”, atau bahkan “Bela-belain deh nonton Coldplay, biarpun pulangnya mumet banjir utang.” Holly! Molly! How can you be so clumsy?

PULAU BANGKA - 16

Esensi sebuah trip memang bukan sekedar pengisi waktu liburan anak sekolah. At least to me personally, I go travel because it’s a part of my mind, body, and soul therapy. Tapi, bukan berarti dilakukan secara brutal dong. It’s best to have a financial plan in place. Masa habis liburan bukannya senang malah mikirin utang? BIG NAY NAY! Makanya, sekarang saya mau berbagi 5 taktik trip supaya jauh-jauh dari kata utang. Break it down!

SAVING TRIP - 1

1. Booking Secret

Punya kalender di meja atau gawai canggih kalian jangan cuma buat jadi nandain ulang tahun pacar. 😝 Pakailah untuk mendeteksi tanggal merah yang bertebaran sepanjang tahun. Dari situ, kita bisa bikin perhitungan kapan saat yang tepat untuk membeli tiket pesawat agar biaya tidak membengkak. Rajin-rajinlah pula membuka situs penerbangan kolektif yang aktif membuat Package Deal seperti Traveloka, Tiket.com, dan Pegipegi.

IMG_0048

SAVING TRIP - 3

2. Ayo Dicicil

Setelah mengunci jadwal, segera buat tahapan cicilan per bulan, terutama untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi. Tidak masalah kok kalau bulan ini mau beli tiket berangkat dulu, baru bulan depan beli tiket pulang. Pokoknya jangan kebiasaan ditumpuk alias mepet. Bahkan toh sekarang, sudah hadir berbagai Open Trip yang sengaja menawarkan cicilan perjalanan. Go find them! Well, exception if you’re being filthy rich like Kendall Jenner with her own private jet.

SAVING TRIP - SMUGGBUGG

3. Spare Cash

Memangnya pergi nonton konser tidak butuh makan dan minum? Memangnya city tour bakal jalan kaki seharian? Kalau darurat harus sewa mobil atau naik MRT gimana? Kalau (amit-amit) di jalan tetiba kecopetan gimana? Kalau alergi kambuh lalu mesti beli obat tengah malam gimana? Banyak sekali yang menyepelekan poin ini dan kaget saat terpaksa keluar uang ekstra. I’ve been through all those situations, and trust me, all you need is some back up money. So, make sure to put this on your saving list too.

SAVING TRIP - THE ATLANTIC

4. Gila Kartu Kredit

Percaya atau tidak, sampai hari ini saya tidak pernah dan tidak tertarik pakai kartu kredit. Mungkin karena belum terlalu butuh ya, dan keluarga saya pun tidak mengajarkan perilaku ini. Kalau ada promo Travel Fair, saya selalu diajak nebeng sama teman, dan selalu saya lunasi sebelum perjalanan dimulai.

SAVING TRIP - 4

5. Khilaf Belanja

Boleh kok terpikir untuk beli oleh-oleh, tapi lakukanlah karena anggaran kita berlebih, bukan karena gengsi. Pun, coba pilih jenis oleh-oleh yang sangkil. Misal, saya selalu memilih oleh-oleh jajanan khas, soalnya jaminan ludes disantap. Buat apa bawa magnet kulkas atau gantungan kunci yang (jelas-jelas) jarang sekali dipakai?

SAVING TRIP - Travel Society

Kembali lagi. Strategi ini datang dari point of view saya saja. Still you need to ask yourself regarding your own travel budget, would it be feasible with your reality or not? Oia, share juga dong pendapat kalian di kolom komen. Would be happy to read them. Selamat mencoba. Jelajahi negeri dengan tawa.

Also watch my travel vlog ➸ Rammang-Rammang

Disclaimer:
Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

29 Mei 2017

Foto: Ikka Wuwiwa, Pinterest, Smuggbugg, The Atlantic

Ilustrasi: Andyna

Tudung Seni

FLOW INTO NOW: Republik Serba Kekinian

ART SAMPOERNA - 8
Asal Menunjukkan Usul – Hermawan Tanzil

Merasakan transisi hidup antara era pradigital dan digital adalah satu dari banyak hal yang dialami Generasi Y, termasuk saya. Jika diibaratkan Snowball Effect, fenomena ini membentuk beraneka positivitas sekaligus negativitas dalam waktu bersamaan, dan semakin lama semakin membesar. Contoh paling gampang, sebut saja hoax alias pemberitaan palsu. Ada sih yang sudah cerdas melakukan 3S (Saring Sebelum Sharing). Tapi tidak sedikit pula yang bertingkah reaktif dan bikin suasana justru bertambah keruh. Uhuk!

ART SAMPOERNA - 13
Voodoobot “Right Now Hoax Become Breakfast” – Gatot Indrajati
ART SAMPOERNA - 9
Perfection of Imperfection – Erwin Windu Pranata

Kekinian. Istilah yang merujuk pada keberadaan masa saat ini. Didalamnya, kita meretas berbagai macam persoalan manusia sesuai dengan pilihan masing-masing. Hidup tak lagi sekedar memerkarakan pangan, sandang, dan papan. Kita seolah menggenapi piramida hierarki Maslow di puncak teratas; kebutuhan aktualisasi diri. Maka segala sesuatu seolah harus serba kekinian.

ART SAMPOERNA - 5
Mirror – Steven Huang
ART SAMPOERNA - 10
Shopping – Sardjito
ART SAMPOERNA - 16
The Haters & The Lovers – Yfana Khadija Amelz

Tidak ada yang salah, sesungguhnya. Namun hakikat kekinian tidak semata terkait teknologi mutakhir kan? Seni kita pun bisa menemukan rasa resahnya ketika bersusah-payah beradu di lini globalisasi. Maka pekan lalu, Sampoerna Strategic bekerja sama dengan Mobiliari Group, menjawab keresahan ini melalui program Art Sampoerna.

ART SAMPOERNA - 1
Mencari Jalan – Putu Sutawijaya
ART SAMPOERNA - 3
Dreams of My Mother Series – Nus Salomo

Dalam pameran ini, Art Sampoerna menampilkan kumpulan karya dari 49 seniman. Mereka menjelma dalam bentuk seni rupa, arsitektur, ilustrasi, mode, maupun aplikasi industri kreatif lainnya. Splendour!

ART SAMPOERNA - 4
Torque Ellipse Jacket & Deconstruction – Auguste Soesastro

ART SAMPOERNA - 15
Darth Madder – Nus Salomo

Para seniman diberi kebebasan berekspresi tentang hal-hal kekinian dengan pilihan framing dan media karyanya masing-masing. Namun benang merah mereka tetap satu, yaitu merefleksikan kompleksitas Indonesia.

ART SAMPOERNA - 11
Citra Bali Dalam Lapisan Ilusi – I Wayan Suja

ART SAMPOERNA - 2
There’s Never a Forever Thing – Krisgatha Achmad

Selain eksibisi, Art Sampoerna juga membuka beragam sesi workshop bersama kurator dan seniman yang terlibat. Pengunjung pun diperbolehkan membeli satuan karya jika berminat. Sebagai gelaran perdana, menurut saya, program ini cukup padat dan tepat sasaran dari segala aspek. Terlebih, ia berhasil mengalirkan isu cyberspace yang, perlahan tapi pasti, ikut menggerogoti gaya hidup bangsa ini. Ah halo, kekinian!

Read more about art ➸ Tough Romance: Sinergi Rasa Natisa Jones 

Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

22 Mei 2017

Lokasi: Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan, Indonesia

Foto: Andyna

Tudung Seni

3 CERITA 1 RUANG: Kelangkaan Intimasi Musik dan Jati Diri

“Tidak masalah kalian belum hapal atau tahu semua lagu kami.

Justru inilah momen kami memberi kurasi karya dan

kalian bisa memilih mana yang kalian suka.” -Kunto Aji

3 CERITA 1 RUANG - 38

Bermula dari ambisi liar di kepala Kunto Aji, untuk melahirkan sebuah Intimate Tour di Indonesia. Ia pun mewujudkan gagasan ini bersama 2 musisi muda bersinar lainnya, Eva Celia dan Jordy Waelauruw. Dalam kolaborasi showcase bertajuk 3 Cerita 1 Ruang.

Setelah menyinggahi 5 kota sebelumnya, yaitu Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Bandung. Tadi malam, ketiga musisi yang sama-sama baru meretas album dan tur pertama ini akhirnya tiba di titik pamungkas, Jakarta. Teater Salihara, sebagai salah satu zona seni kuat metropolitan, terpilih menjadi arena pertunjukan yang berdurasi tak kurang dari 3 jam tersebut.

3 CERITA 1 RUANG - 35

Pesan intimasi pertama yang sangat membuat saya berdecak kagum adalah unsur kedekatan. Tata panggung sengaja tidak dibuat berlevel, melainkan sejajar dikepung 4 sisi penonton. Para musisi asyik bermain dengan hanya beralas karpet. Saya bahkan cuma duduk menggunakan sand bag seat mungil. Di antara jeda lagu, Aji, Eva, dan Jordy begitu membumi dalam baur canda dan tanya jawab dengan penonton.

3 CERITA 1 RUANG - 2

3 CERITA 1 RUANG - 39

Jordy Waelauruw

Membius! Mungkin satu kata yang tepat mewakili impresi saya tentang pria asal Maluku ini. Jordy memakai terompet sebagai pion utama lagu-lagu di album perdananya, Stand Still. Namun ia balut dengan kecerdasan Soul-RnB. Bahkan sesekali ia jahil memasukkan robotic sound effect ala Daft Punk. I couldn’t remember how many times I had jaw-dropping moment cause he was just so unbelieveable. This dude is LIT AF!

3 CERITA 1 RUANG - 7

3 CERITA 1 RUANG - 5

Kunto Aji

Berada di jalur independen menjadi keputusan jebolan Indonesian Idol yang baru saja menjadi seorang bapak ini. Sebab disinilah Aji menemukan ekosistem bermusik yang sehat, hingga ia bisa menuntaskan album Generation Y murni dari hati. Harus diakui, Aji memiliki kematangan aransemen dan garapan lirik yang benar-benar terasah.

3 CERITA 1 RUANG - 14
“Waktu ikut manajemen lama, gue pernah disuruh pacaran sama model atau artis biar ngedongkrak popularitas. Gue sadar, gue jadi nggak jujur sama karya gue.”

3 CERITA 1 RUANG - 23

Stage Gimmick favorit saya berada pada lagu Mercusuar, dimana Aji berdiri dikelilingi choir berbaju hitam, dilengkapi cahaya senter sebagai metafora cahaya suar di tengah lautan. Cemerlang!

Eva Celia

Biarpun mengaku masih pegal-pegal karena 12 hari berturut-turut tidur di bis tur, Eva justru tampil tak bercela. Ada 6 lagu dari album And So It Begins yang dibawakan begitu bernyawa dan interaktif. Saya sudah mengikuti talenta Eva sejak ia kerap tampil satu panggung dengan ayahnya, Indra Lesmana. But this time, I found her energy in a different way. She performed so calm and charismatic. Malam itu, sebenarnya saya membawa CD album Eva dengan niat untuk ditandatangani, tapi ternyata gagal karena antrian bubaran sangat panjang hahaha! Next time it’s a must!

3 CERITA 1 RUANG - 29
“Lo nggak perlu berkompromi dengan seni yang lo mau. Jangan takut jadi independen.”

3 CERITA 1 RUANG - 27

Ibarat sajian makan malam, maka 3 Cerita 1 Ruang memberi sensasi per tahap. Jordy bagaikan entrée berupa Seared Scallops. Aji bagaikan main course berupa Foie Gras. Eva bagaikan dessert berupa Punch Romaine. Sangat memuaskan! Semoga tradisi intimasi musik langka seperti ini panjang umur. Agar khalayak bisa menikmati, musisi pun tak kehilangan jati diri. Setuju?

Read more about music ➸ Cara Nonton Live Streaming JOOX

Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

17 Mei 2017

Lokasi: Jalan Salihara No. 16, Pasar Minggu, Jakarta, Indonesia

Foto: Andyna, Teddy Adhitya, Lorong Musik