Di Belakang Panggung

Terkirim Untuk Nurrahmat Pambudisiwi

Sore tadi. Selepas penyeru adzan Maghrib menggaung di tawang bumi. Seusai rembulan perlahan muncul berganti tugas dengan sang rawi. Kabar suka cita datang menghampiri. Lewat sebuah pesan santun dan hangat di ujung jemari. Kamu menyampaikan ‘pamit’ untuk berikrar dalam Ijab Kabul 2 November nanti.

Nyaris 10 tahun waktu memberontak. Sejak kelulusan SMA, Tuhan memisahkan kita dalam dimensi jarak. Masing-masing raga bergerak. Mengejar cita-cita serta segenap mimpi masa muda yang bergejolak. Hebatnya, jika Yang Kuasa berkehendak. Ia memberi jalan agar silaturahmi kita tetap terjaga dan tidak setitik pun rusak.

image

image

Beribu terima kasih….

Atas bingkisan cinta pertama di masa remaja saya.

Atas ratusan surat di bawah kolong meja kelas kita.

Atas lantunan lagu-lagu Sheila On 7 yang kamu ajarkan dengan gitar bersahaja.

Atas sabarmu menungguku absen sekolah karena mengikuti banyak lomba.

Atas deretan salam jahil yang nekat kamu sampaikan lewat guru Fisika.

Atas replika bunga Edelweiss di balik buku catatan penuh tawa.

image

image

image

image

Kamu akan menjadi sosok suami dan bapak sejati. Doa tulusku dari hati. Selamat BERLAYAR HINGGA UJUNG WAKTU, Nurrahmat Pambudisiwi.

Berlayarlah denganku. Bertumpulah di pundakku.
Bersamaku engkau tak perlu ragu.
Semuanya kan baik saja.

Berlayar – Sheila on 7

Andyna 

24 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s