Binar Bervakansi

Alluring Coastal of Aceh

“O my wife! Even death had no power yet upon thy beauty.”

Penggila roman klasik Shakespeare mungkin masih ingat dengan potongan naskah di atas. Sebuah dramaturgi berlatar kota Verona. Tepat saat Romeo kelu menatap Juliet yang terbujur kaku akibat menenggak racun. Kelamnya kematian tidak mampu merenggut kecantikan sang putri. Adegan tersebut meletup begitu saja dalam benak saya pekan lalu ketika menyambangi kemolekan pesisir di Tanah Rencong. Demikian dahsyat amukan alam bertahun-tahun silam, tetap tak kuasa mencatut si juwita di ujung barat Indonesia. Simak impresi lugu saya berikut ini.

image
Pantai Iboih

Sebagai pembuka, selamat datang di Pantai Iboih. Saya tidak akan membahas kondisi bawah lautnya. Simply because I adore what’s in sight above more than the underwater. Tipikal pantai sondai ini berdampingan dengan jejeran wooden lodge. Di siang hari, air laut berbinar biru lembut terbias terik matahari. Malamnya, giliran riak ombak berorkestra apik bersama pijar bintang. Pasirnya memang tidak sehalus dan sebersih ekspektasi saya. But I would say it’s one of decent seaside to inhale. Even doing a yoga? Namaste!

image
Wooden Resort Pantai Iboih

The second one. Mari menilik Pantai Gapang yang juga merupakan bagian dari Pulau Weh. I claimed this baby shore as a sloping-lazy-beach. Memiliki tepian landai bersahabat. Visibility air cukup baik. Di sinilah rasanya saya betah lama-lama bertelanjang kaki di bawah pepohonan teduh. Sambil sesekali bermain ayunan anak pantai. Tengok ke kiri, mata akan dimanjakan bentang dermaga. Tengok ke kanan, kerapatan jenggala membujur hijau. Gently makes me flopping all the way.

image
Pantai Gapang
image
Pantai Gapang
image
Pantai Gapang

Here comes the breathtaking one, Lhok Nga Beach. Only took 30 minutes from down town itself. Tebakan imajinatif saya, inilah persinggahan santai Dewa Neptunus, si penguasa laut, jika sedang berselayang pandang di Aceh. Bagaimana tidak? Spektrum rona pantai ini nyaris sempurna. Seakan sengaja memainkan level kebiruan segara. Kejernihan yang sangat menggoda untuk berenang di atasnya. Pasir berwarna putih gading dan bertekstur sehalus tepung terigu. Hamparan horizon teramat memanjakan netra. I have no reason not to fall for this signature coast.

image
Pantai Lhok Nga
image
Pantai Lhok Nga

Sebenarnya masih ada nama-nama pantai lain yang sempat saya singgahi, seperti Anoi Itam dan Sumur Tiga. But IMHO, those previous three are the most impressive. Oh and I’m officially missing them already. Go grab your sunglasses!

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

24 November 2012

Lokasi: Aceh Indonesia

Foto: Cindy Budie, Andyna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s