Binar Bervakansi

Marginalitas Pasar Tradisional

image
Pasar Tradisional Mandalika

Sesengit apapun tikai modernisasi menggerus perekonomian, magnet pasar tradisional rasanya belum bisa beranjak dari hati rakyat kecil. Menurut saya, wadah transaksi konservatif yang satu ini bukan sekedar bagian dari perniagaan. Melainkan perpanjangan dari akar budaya paguyuban. Ia membingkai simbolisasi adab berdagang, dialek pluralis, sampai penganan khas yang seringkali tidak akan Anda temui di tempat berlabel swalayan.

Tak percaya? Suatu pagi, kami iseng bermain-main ke Pasar Tradisional Mandalika. Berlokasi di jantung kota Mataram. Dari sebuah sudut, kami mencium aroma Bubur Sumsum Lombok begitu wangi mengebul. Dihidangkan bersama potongan helai daun organik, kelembutan olahan tepung beras, dan legitnya godokan saus pisang. Paduan mewah seharga dua ribu rupiah tersebut langsung melumer hangat di mulut diiringi logat lucu si ibu penjual. Marginally precious!

image
Jembatan Pasar

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

14 Januari 2013

Lokasi: Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Foto: Ikka Wuwiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s