Sepotong Sastra

ESAI LANTAI KITA

Bagaimana rasi bintang kembar Castor dan Pollux muncul tiba-tiba?

Kenapa makhluk pojok eksentrik itu berani-beraninya mencuri gusarku?

Mengapa dinding ruang kerjaku seolah dilempar dinamit kataklismik?

Aku terganggu.

Terganggu oleh kecerdasan literaturmu.

Aku tercekat.

Tercekat oleh maskulinitas diammu.

Aku terusik.

Terusik oleh lelucon pagimu.

Aku terpatri.

Terpatri oleh cara janggalmu menerjemahkan pribadi petualangku.

image

Pernah melihat betapa halus pergantian rona Telaga Warna? Maka setenang itulah rangkuman kagum kujaga.

Andyna 

17 Februari 2013

Lokasi: Telaga Warna, Dataran Tinggi Dieng, Indonesia

Foto: Andyna Sary

“Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis. Di setiap pagimu, siangmu, malammu.”
Sewindu – Tulus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s