Di Belakang Panggung

Dua Tahun Lantai Delapan

“Kerja Creative itu bukan cuma pakai logika, tapi juga hati, emosi, rasa, cinta.”

-Rick Soerafani

Kalau ada kitab khusus pekerja Creative, maka pesan tadi pasti jadi salah satu mantranya. Setidaknya bagi saya. Hari ini, izinkan kepingan manis Lantai Delapan kembali hadir. Tertulis. Terangkai. Terangkum.

image

image

Rotasi paling radikal terjadi pada divisi saya sendiri. Suatu pagi di bulan September 2012, kami dikumpulkan dalam satu pertemuan maha penting. Di bawah adidaya ibu Maya saat itu, terjadilah pergeseran birokrasi berlabel Department of Production Design (DPD).

image

image   image

Pros?

Sejujurnya saya suka sekali perubahan ini. DPD membuka kesempatan bagi saya untuk bisa berkolaborasi dengan lebih banyak produser di luar mapping Nickelodeon dan MTV. Banyak tantangan program yang jauh lebih seru, tidak melulu musik dan remaja. Merasakan variasi tim dengan pola kerja yang berbeda-beda. Menemui hal baru. Berani mematahkan rutinitas nyaman. Dan itu menyenangkan!

image

image

image

image

image

Cons?

Sayang sekali, pergantian struktural tadi justru menjadi shock culture bagi banyak pihak. Selain karena masa adaptasi yang terlalu cepat, friksi antara tim satu dengan tim lain pun cukup signifikan.

image

Tapi saya terlahir sebagai pribadi yang keras kepala. Saya kembali berpijak pada mantra sebelumnya. Ada mozaik hati, emosi, rasa, dan cinta. Semua dituangkan dalam To-Do-List harian di atas meja kerja. Pada halaman demi halaman breakdown concept, rundown, script, sampai atmosfer shooting yang menggila. Kau tahu, Kawan? Sungguh jatuh cinta pada profesi bisa menjadi muara bahagia.

image

image

image

image

image

image

Hal paling mahal berikutnya ada pada potongan-potongan jiwa di sini. Segenap raga, gelak, air mata, hingga cerita yang saya hirup. Laksana saripati hidup.

image

image

image

image

Dua tahun sudah terlewati. Dalam sebuah tabung kreativitas. Dimana heterogensi karakter tumpah-ruah. Melebur dalam karya imajinasi audio visual. Dan Tuhan, jika diperbolehkan, saya masih ingin terus belajar. Di sini.

Terima kasih Maha Memberi.

Andyna

30 Mei 2013

Dokumentasi: Global TV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s