Di Belakang Panggung

ALPHANINDRA VENARIA

How is it going, blog walkers? Maaf sejak awal tahun ini saya agak kesulitan menulis. Alasan pertama, karena pekerjaan sedang membutuhkan perhatian ekstra. Alasan kedua, bisa dilihat dari ransel punggung saya yang lagi bersih-bersihnya. Been taking a long break from wild life and traveling. Jadilah belum ada godaan inspiratif untuk ditulis. Oh well, sebenarnya itu semua efek domino akibat alasan pertama kan ya hehehe.

Lalu satu malam usai pulang lembur, saya berbisik lembut pada Sang Wahab. Jika diberi waktu luang, saya ingin sekali menyempatkan diri untuk berziarah. Melawat makam kakak kandung semata wayang yang pernah saya punya. Satu-satunya manusia yang lahir dari rahim yang sama dengan saya. Alphanindra Venaria.

image

Hanya berselang hari, doa tadi seolah dibukakan jalan sedikit demi sedikit. Saya berpeluang memaksimalkan satu hari libur. Spontan perjalanan singkat menuju Wonogiri segera diatur. Loh? Kok Wonogiri? Karena makam itu berada di pelosok perbukitan Wonogiri. Yang lebih gawat, sudah 12 tahun sejak terakhir kali saya ke sana. Selain memang bukan TPU (Tempat Pemakaman Umum), lokasinya membelah pedesaan, tanpa nomor administratif, tanpa RT/RW, dan tanpa satu pun nomor keluarga di sana yang bisa saya hubungi. Hmmm, putar otak, putar peta.

Kerumitan tersebut kian menemui titik terang. Satu-persatu dimudahkan. Datanglah bala bantuan dari Fajar NF. Sahabat petualang yang setia menemani dalam situasi sesenang bahkan senista apapun. Kemudian hadir seorang rekan kerja Lantai Delapan, Ardytama. Pria asal Solo ini mengutus teman kuliahnya, Pandu, yang benar-benar memandu pencarian kami. Menempuh jalur darat Solo-Wonogiri, bertanya pada penduduk lokal (tentu dengan bahasa Jawa ala kadarnya), melintasi Sungai Bengawan Solo, hingga mendaki bukit di titik akhir tempat peristirahatan saudara sedarah saya.

image

image

Tidak bisa dilukiskan dengan peri penyair manapun. Betapa kelima jemari kanan saya lemas, bergetar saat mengusap nisan bertulis nama hebat itu. Membacanya berkali-kali dengan linang air mata. Memastikan saya tidak salah, apalagi bermimpi. Ritual ziarah dimulai dengan membersihkan dedaunan gugur, membasuh dengan air, tabur bunga, dan membacakan Surat Yasin untuknya. Yang paling membuat saya bahagia, saya bisa membicarakan semua hal seakan dia mendengar jelas dan tertawa dari atas sana. Tentang cita. Tentang cinta. Tentang sederet andai dia masih bisa menantang hidup bersama adiknya.

image

image

image

Heran kenapa saya menceritakan ini semua? Saya hanya ingin bilang bahwa, sekali lagi, tidak ada doa yang tidak didengar Sang Empu Semesta. Semua dijawab dengan solusi adidaya. Membolak-balikkan skenario umatnya dengan jutaan cara. Terima kasih untuk semua yang terlibat didalamnya. Terima kasih sudah menepikan kerinduan adik bungsu bernama Andyna.

AndynaΒ 

29 Mei 2014

Lokasi: Dusun Jati, Desa Bejiharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia

Foto: Fajar NF

One thought on “ALPHANINDRA VENARIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s