Sepotong Sastra

Bumi dan Jingga: Jilid 1

”Serius amat. Lagi baca apa?”

Sejentik sapa yang bisa jadi mustahil Jingga lupa. Ia mendongak. Menatap ke arah sumber suara. Sepermilisekon tercekat. Ah! Dia. Itu dia. Benar-benar dia.

”Suka baca juga?”

”Iya. Biografi. Sejarah. Antologi.”

pinterest-1

Bumi. Nama sederhana berkepribadian rumit, bahkan cenderung gila. Barangkali isi kepala Bumi semacam labirin. Penuh lekuk unik. Intelektualitas takaran absolut. Syarat pemikiran janggal. Teka-teki tanpa henti. Kadang pragmatis. Seringkali filosofis. Meluncur dalam wujud bualan, senyum, bahkan tawa khasnya. Percayalah, bagi Jingga, Bumi adalah paket lengkap untuk menggambarkan apa itu pesona.

Dengan postur terjabar setegap itu, sosok Bumi cukup ditebak dengan kelebat siluet. Ada masa ketika mata Bumi lantang menatap lawan bicara, adapula ia nampak begitu teduh manja. Ditudungi sepasang alis tebal. Dipadu garis rahang tegas di kedua sisi. Disempurnakan bingkai bibir padat penyulut imajinasi. Rambutnya merangkum sisi liar yang terlalu sulit dijelaskan. Yakinilah, bagi Jingga, Bumi ialah distorsi pandang, bahkan rasa. Benar-benar bahaya!

andyna-signature-2017-black

31 Agustus 2014

Ilustrasi: Pinterest Nimura Daisuke

3 thoughts on “Bumi dan Jingga: Jilid 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s