Binar Bervakansi · Di Belakang Panggung

INI INDONESIA

“Jangan nengok, Dyn! Jalan terus ke depan! Di pohon belakang kamu ada ular,” teriak Bang Doan. Tak terhitung berapa kali laki-laki Betawi bernama asli Sanwani itu bukan sekedar berperan sebagai Property Man. Melainkan juga penyelamat raga sepanjang proses shooting.

Kalau boleh jujur, keinginan untuk mendesain sebuah tayangan televisi bergenre jalan-jalan sudah saya anggap mati suri. Karena seringkali jatuh ke tangan tim lain. Tapi ternyata saya menyepelekan salah satu keahlian Tuhan. Bahwa Ia tidak pernah salah call-shot. Maha Pemberi selalu menghadiahkan apapun tepat pada waktunya.

Siapa sangka, program penutup tahun 2014 justru menjadi kreasi travel-feature perdana bagi saya. Membawa segenap tim menjamah lambung belantara Borneo. Mengemasnya dalam tajuk, INI INDONESIA: Pesona Kalimantan Utara.

image

Berdasarkan amanat klien yang notabenenya pemerintah daerah provinsi ke-34 di Indonesia, berangkatlah 13 manusia tengik ini:

  1. Aan, Producer.
  2. Dani, Associate Producer.
  3. Andyna, Creative.
  4. Chessy, Production Assistant.
  5. Opi, Cameraman.
  6. Siwi, Cameraman.
  7. Imam, Cameraman.
  8. Tarto, Audioman.
  9. Roy, Editor.
  10. Doan, Property.
  11. Irwan, Unit.
  12. Cheria, Host.
  13. Pandu, Marketing Service.

Misi merangkum 4 kabupaten dan 1 kotamadya menjadi 2 episode semestinya relatif mudah. Sintingnya, hanya segelintir koresponden lapangan yang bersedia mendampingi. Andalan kami tak lebih dari marka jalan, sungai perbatasan, sampai arahan warga jika tiba di kawasan pemukiman. Tim selalu bergerak sebelum matahari terbit, membidik deretan objek selagi langit cerah, lalu kembali ke penginapan sebelum matahari terbenam. Malam hari, giliran proses tarik materi, voice over, hingga editing. Begitu terus berturut-turut selama 7 hari. Momen mabuk laut, mabuk darat, mabuk udara, dehidrasi, bahkan digigit ganasnya serangga hutan adalah makanan sehari-hari.

image

image

Ada beberapa lokasi impresif yang amat saya suka. Sebut saja, Desa Wisata Setulang di Kabupaten Malinau. Perjalanan berliku 8 jam dari Tanjung Selor (ibukota Kalimantan Utara) dibayar sepadan dengan tingginya kearifan lokal dusun ini. Sang Kepala Adat, La Ing Nau, menyambut hangat lengkap dengan atribut pakaian tradisional berbahan kayu ukir. Ia sigap memaparkan keunikan kultur masyarakat di sana. Dalam dimensi sudut, saya mendapati keheningan bukit, gereja mungil, makam seberang sungai, sahutan suara babi, dan kepolosan senyum anak-anak Suku Dayak. Ah tak lupa! Jika saya bertanya, “Kamu tinggal dimana?”, maka mereka menjawab, “Di hilir sebelah sana,” atau “Jalan kaki ke arah hulu”. Saya gemas bukan main saat mencatat detail naskah shooting. WRITING-GASM!!

image

image

Lain lagi cerita di Hutan Konservasi Gunung Rian, Tana Tidung. Kabupaten dengan medan paling ekstrim yang kami temui. Jalur trekking menanjak, basah, berlumpur, dikelilingi vegetasi kayu rapat. Empat kru sempat tergelincir, termasuk saya dan sang produser. Disinilah tanpa sadar saya sempat duduk membelakangi seekor ular. Seru ya hehehe.

image

image

Meskipun baru menginjak usia tahun kedua, namun daya pikat alam, budaya, hingga sektor pembangunan Kalimantan Utara boleh diadu dengan daerah lain. Ditambah pula tatanan sosialnya merepresentasikan masyarakat majemuk. Berbagai etnis dan kepercayaan hidup damai berdampingan. Jangan heran jika mendapati suku asli, suku pendatang, mesjid, gereja, vihara, pura, dan ta pek kong dalam satu wilayah. Menggoreskan tutur tentang Indonesia ke dalam layar kaca benar-benar impian yang menyenangkan. Terlebih ketika menjadi kenyataan.

Andyna 

24 Desember 2014

Lokasi: Kalimantan Utara, Indonesia

Foto: Dokumentasi Global TV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s