Binar Bervakansi

RAJA AMPAT: Sang Diva Tanah Mutiara Hitam Papua

“Saya sudah terbang 4 hari berturut-turut. Dari Washington DC, Tokyo, Jakarta, Makassar, lalu Sorong. One of my diving partners in London said, I have to visit this place before I die.”

Perkenalan saya dengan seorang turis lanjut usia dalam pesawat rute Makassar-Sorong seperti sebuah preambul. Kebetulan kami duduk bersebelahan. Pria pensiunan itu semula ragu bertanya, “Do you speak English?”. Dalam hati, lumayan 2 jam ada teman ngobrol nih. So I said, “Aye aye, sir”. Bincang santai sambil menikmati sarapan pagi itu menjadi preambul petualangan saya menjejak Negeri Kepala Burung, Raja Ampat.

IMG_9448

Waktu SD, kening saya selalu berkerut tiap disuruh hapalin peta Indonesia timur. Yang paling gampang diingat cuma bagian Papua Barat karena bentuknya mirip kepala burung. Pas pertama kali pegang surat izin masuknya, saya cubit-cubit pipi sendiri. Hard to believe how I finally got here. Bisa melihat dan merasakan langsung biodiversitas yang Lonely Planet bilang bahkan lebih kaya dari laut Karibia.

13087380_10208883073736705_6614223117050542112_n

THE IDYLLIC EXO-KARST

When those vivid images you saw earlier in Google or National Geographic magazine came true. Precisely in front of you. Fenomena exo-karst itu sederhananya pelarutan batuan selama jutaan tahun. Hasilnya, muncul ‘tumpeng-tumpeng’ menakjubkan di atas permukaan laut. Mirip dengan gerombolan batu granit yang pernah saya ceritakan di Belitung. Tapi versi Raja Ampat lebih ajaib karena ditumbuhi hutan yang sangat sehat.

13103447_10208883081976911_8443576543295411803_n

27a8b626-37c5-44ff-99e8-9e6fe6c1d679

13043284_10208883081216892_3901897543713956757_n

Jalur climbing untuk sampai ke titik lanskap Pulau Wayag atau Pulau Piaynemo ini memang amit-amit. Landasan exo-karst kasar dan tajam segala sisi, tingkat kemiringan curam, tidak ada bantuan body harness (pengaman panjat). Well, years of traveling doesn’t improve my climbing skill at all. I repeat, at all. So be patient with me hahaha! Tapi begitu tiba di puncak, then you’d understand why there is no shortcut to see heaven. Most of these captures were taken only by iPhone5 and GoPro. Picturesque, isn’t it

GOPR1583

13087371_10208883078136815_3109599380375516456_n

097

SERENE AND SECLUDED SHORELINE

Kenapa wajib bawa beberapa swimwear? Soalnya Raja Ampat punya begitu banyak pantai landai dengan kebeningan maha kampiun. Cukup jalan kaki 10 langkah dari homestay, kita akan disambut akuarium tropis raksasa. Terik matahari membuat suhu airnya terasa hangat. Bersih tanpa sampah. Komposisi pasir putih gading seperti icing sugar (gula bubuk), lembut membelai jari-jari kaki. You really shoud go swim and sync thousand times like I did. What a remedy!

13102788_10208883074136715_5393538669895512661_n

135

159

EAST SIDE VALUES

Ada 2 hal seputar kearifan lokal Raja Ampat yang mencuri hati saya. Pertama soal administrasi pariwisatanya. Tiap kampung di sini begitu disiplin dan ketat memberlakukan regulasi bagi wisatawan lokal maupun asing. Tak terkecuali. Sebelum kapal bersandar ke Jeti (istilah penduduk lokal Raja Ampat untuk menyebut dermaga kecil), semua wajib permisi ke pos melalui ranger yang bertugas. Melinus, salah seorang teman saya yang hendak mancing saja mesti lapor loh.

Kedua, singkirkan stereotipe bahwa orang Indonesia Timur itu sangar-sangar. Salah besar! Penduduk lokal yang saya temui ramah semua kok. Dari anak kecil, remaja, dewasa, sampai tetua. Tuh kan, tak kenal maka tak sayang. Oia kalau sedang berjalan kaki dikampungnya, berhentilah sesekali dan hirup wangi bunga liar. The scent of east will drive you crazy.

ds

13051556_10208883097897309_3880881661462457108_n136

FISH MARKET, FIGURATIVELY

Warna dan jenis terumbu karang di gugusan Waigeo, menurut saya, tidak sedemikian spektakuler. Mungkin lebih unggul Misool di bagian selatan kali ya? Tapi sekali menyelam, rasanya seperti masuk pasar bawah laut. Contohnya, Pulau Krei dan Pulau Mansuar, berbagai spesies, rona, dan ukuran hilir-mudik selalu datang mendekat. Tak perlu banyak tenaga, radius 5-10 meter saya berkali-kali menjumpai Hiu Sirip Hitam, Penyu, Barakuda, Blue Tangs, Angel Fish, Butterfly Fish, Clown Gobies, Clown Fish, Julung-Julung (ikan yang hidungnya panjang banget) sampai kawanan Lumba-Lumba saat perjalanan pulang. Ramai sekali.

13062467_10208883073296694_57227818962169167_n

5838920f-31cf-4d4e-bf79-c697e3906230

13043640_10208883073576701_4706841586520758278_n

TIP

Terima kasih komunitas Negeri ID (Negeri Kita Sendiri) untuk bantuannya selama pelayaran. Terima kasih juga 9 banker muda dan 1 mantan aktivis lingkungan yang turut menambah koleksi cerita. Raja Ampat sungguh memenuhi kodratnya sebagai diva di Tanah Mutiara Hitam, Papua.

Read more about travel stories Pulau Burung: Nautikal Liar di Barat Belitung

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

28 April 2016

Lokasi: Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia

Foto: Andyna, Danny Ramadhan, Artha Sagitha, Denny, Mustakim

2 thoughts on “RAJA AMPAT: Sang Diva Tanah Mutiara Hitam Papua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s