Layar Perak

Sabtu Bersama Bapak

Kekeliruan nomor satu yang sering muncul antara dimensi sastra dan sinema. Banyak orang berusaha membanding-bandingkan mana muatan rasa terbaik. Apakah sebuah buku best-seller atau justru film adaptasinya? Padahal Penulis dan Sutradara jelas punya ruang imaji berbeda. Jadi, menurut saya sih, buang ekspektasi konyol kalian.

image
image

Begitu pun dengan karya pena humanis Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak. Kini dituntaskan melalui representasi segar Monty Tiwa saat diangkat ke layar lebar. Saya senang bagaimana misi penyampaian pesan demi pesan digulirkan dalam ritme yang nyaman. Tidak over-dramatic. Lompatan 3 latar lokasi berbeda yaitu Jakarta, Bandung, dan Paris, juga tidak membuat ketimpangan dominasi tokoh tertentu. Sebab semua memiliki kapasitas sama penting.

image

Beberapa catatan lainnya dari kacamata saya adalah sebagai berikut:

1. Scene Stealer? Deva Mahenra sebagai pemeran Saka. Nice move, man, nice move. Jangan lewatkan pula Jennifer Arnelita yang tampil menggelitik dengan watak karyawan penggosip sekaligus motivatif bernama Wati.

2. Memilih koleksi lawas milik Iwan Fals sebagai soundtrack sungguh merupakan keputusan cerdas.

3. Refleksi sosok single-mom menjadi side-conflict menarik. Terutama pada lini, “Waktu kita kecil, kita nggak nyusahin orang tua. Nanti saat tua, kita juga nggak boleh nyusahin anak-anak.”

4.
Maaf, ada beberapa teknis gambar yang mengganggu seperti montage kota Paris yang lebih tampak seperti footage. Tidak fatal memang, tapi kan Max Pictures loh ini. 🙂

5. Suasana malam Gala Premiere didukung tata properti rumahan. Kami, para penonton, disuguhi pojokan ruang kerja Bapak sebagai photobooth. Tak ketinggalan meja makan yang dilengkapi aneka kudapan khas Lebaran. Kreatif deh!

image
image
image
image

Waktu review novelnya, saya bilang, semua bapak atau calon bapak harus baca. Sekarang saya bilang, semua bapak atau calon bapak harus nonton. Selamat memulai libur Lebaran dan sempatkanlah menikmati Sabtu Bersama Bapak.

★★★✩✩

Andyna

2 Juli 2016

Ibu: Nggak akan kangen saya? | Bapak: Ada kata lain di kamus yang melebihi rindu? | Ibu: Kayaknya nggak ada. | Bapak: Kalau gitu saya nggak bisa jawab pertanyaanmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s