Binar Bervakansi

Teristimewa Lampung Way Kanan

Kalau kalian pikir menyebrangi Selat Sunda dan mendarat di Pelabuhan Bakauheni itu sudah jauh, well then you should probably try to visit my village. Kampung halaman saya terletak di Kabupaten Way Kanan, termasuk dalam wilayah geografis Lampung Utara. Mari kuberi tahu, Kawan, memangkas jarak dengan naik pesawat adalah tindakan yang kurang berguna. Sebab kita tetap harus melanjutkan sekitar 6 jam perjalanan darat. Melewati ganasnya jalur Lintas Sumatera yang populer dengan tepian jurang, atau minimal markas besar tukang begal hahaha!

lampung-way-kanan-6

Meski demikian, tentu ada banyak hal lain yang membuat Lampung Way Kanan tetap lekat dan susah dilupakan. Separuh masa kecil saya habiskan di sana. Lalu apa sih istimewanya kampung halaman ini? I have picked the best 5 only for you, Blog Walkers.

logo-kabupaten-way-kanan

1. Rumah Panggung

Pemandangan pertama yang selalu menyambut anak rantau ketika pulang tentu saja jajaran Rumah Panggung khas Bumi Ruwa Jurai. Walaupun memakan biaya pembangunan yang lebih mahal, sampai hari ini masih cukup banyak yang mempertahankan hunian tradisional ini. Termasuk keluarga besar saya.

Halaman depan luas dipenuhi pepohonan berbuah. Saya bahkan masih punya satu pohon manggis lebat yang siap saya panjat kapanpun saya pulang. Beranda dan ruang tengah dijadikan area lesehan sebaik-baiknya. Jangan harap bertemu Wi-Fi, karena adab orang Melayu sejati adalah ngobrol, menyeruput kopi, dan berdendang. Kalau kalian masuk ke dapur, aroma sirih dan tungku api pasti tercium. Ah, kompor gas tak laku di kampung ini, Boi.

lampung-way-kanan-3

curup-gangsarumah

IMG_6570.JPG

2. Satu Kampung, Satu Sekelik

Jika ada peneliti yang mampu membuat semacam silsilah keturunan di Lampung Way Kanan, saya ingin berjabat tangan. Soalnya tali kekerabatan kami begitu kompleks. Dalam satu deret dusun, nyaris isinya sekelik semua (sekelik berarti saudara dalam Bahasa Lampung). Entah kandung, entah tiri, entah ipar, entah satu persusuan, entah satu perwalian. Pokoknya, ada saja bentuk-bentuk pertaliannya. Nah, bayangkan ketika hari raya atau hajatan besar tiba. Berapa puluh rumah yang wajib disinggahi? ”Berani kau lupakan satu rumah, tidur kau nanti malam di teras!”, begitu pesan para tetua. LOL!

lampung-way-kanan-1

3. Ladang Kopi dan Cokelat

Kalian tahu biji kopi dan cokelat unggulan yang kalian nikmati di tengah kedai metropolitan? Dengan bangga saya katakan, salah satunya datang dari Lampung Way Kanan. Sebagian laki-laki perkampungan ini bermata pencaharian sebagai peladang kopi dan cokelat. Saya suka memperhatikan cara mereka memanen, menjemur, sampai menimbang untuk dijual ke pasar. Oh iya, setiap musim durian datang, kami menikmati kopi panas bukan dengan gula loh, melainkan dengan celupan durian. ENDANK SOEKAMTI!

wanita-pemetik-kopi-1024x678

schokolade

kopi-duren-lampung-1

4. Bukit Berbaris

Alam Lampung Way Kanan memang telak jauh dari jangkauan pesisir, tidak seperti di bagian selatan. Tapi kampung ini justru dibingkai baris bebukitan panjang, serta selipan air terjun. Sampai hari ini saya menulis, belum setitik pun dinodai gedung bertingkat, apalagi mall. Kata sepupu-sepupu saya, bukit-bukit tersebut menjuntai terus ke arah utara, menuju perbatasan Palembang, bisa jadi hingga Padang.

lampung-way-kanan-4

lampung-way-kanan-5

5. Seruit

Biarlah dunia terobsesi Sambal Bu Rudi Surabaya, Sambal Roa Manado, Sambal Matah Bali, Sambal Cabe Ijo Padang, Sambal Terasi Sunda, Sambal Colo-Colo Ambon, Sambal Honje Banten, dan sebagainya. Saya akan selalu mengidolakan Sambal Seruit Lampung. Suwiran ikan segar dilumuri belimbing atau mangga, cabai, tomat ceri, bawang, gula, garam, dan jeruk nipis. Penduduk Lampung Way Kanan juga punya ciri khas memadukan Seruit dengan lalapan Jantung Pisang, atau bahkan Tempoyak (hasil fermentasi durian). Champ of the kitchen, I’m telling you. Dalam konteks adat, kalau kalian bertamu dan sudah diajak makan Seruit oleh si empunya rumah, pertanda kalian sudah dianggap keluarga.

wacana-co_sambal-seruit-1170x783

wacana-co_seruit-nyeruit

Disclaimer:
Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

logo

andyna-signature-2017-black

24 Januari 2017

Lokasi: Way Kanan, Lampung Utara, Indonesia

Foto: Universitas Malahayati Lampung, Harian Lampung, Museum Lampung, Melly Feyadin, Fitrie Hardyanti, Atjeh Post, Kakao Indonesia, Kuliner Lampung, SMPN 3 Banjit Lampung Utara

 

 

7 thoughts on “Teristimewa Lampung Way Kanan

  1. Jadi kangen kampung din…nyeruit pake ikan sungai enak bangettt… pakein tempoyak secuil..hahaha btw jarak kampung kita lumayan ya skitar 170km hahahaha

    Like

  2. Setiap daerah memang istimewa ya.. Hebat banget masih mempertahankan rumah panggung. Dan Sambal Seruitnya….. hem..semoga bisa nyobain entah kapan.
    Salam kenal btw,

    Like

  3. Selalu bangga jadi Indonesia, nice post.. terimakasih sudah berbagi. Kunjung jg ke blog sikribo
    cemilan bukan-bukan, bukan keripik bukan kerupuk tapi gurih dan renyahnya bukan main-main. Info order, agen, reseller dan dropship silah hub phone/WA 082250295001 (tras). http://www.sikribo.id

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s