Tudung Seni

REMEMBER ME: Antisipasi Ajal Dalam Seni

Kenapa ya kematian seolah jadi hal tabu untuk dibicarakan? Entah seberapa besar atau kecil porsinya, masa sih tidak pernah terlintas di pojok pikiran kita? Tentang bagaimana hembusan nafas terakhir yang kita mau. Tentang sebuah surat kecil yang akan kita tinggalkan. Tentang petikan buku yang kita harap akan berkumandang mengiringi tabur bunga. Mungkin juga tentang sebaris lirik lagu yang kita inginkan di guci penyimpan abu atau pusara nanti. Have you ever think about it? Well, I have. Many times. The good ones.

erudio-school-of-art-1
Ashes to Ashes
erudio-school-of-art-2
We can live like Jack and Sally, if we want. Where you can always find me.

Berangkat dari tindakan sadar mengingat perihal kematian, hadirlah kolaborasi antara Suar Art Space, Erudio School of Art, Dattabot Dojo dan seniman Lala Bohang, dalam pameran seni bertajuk Remember Me.

erudio-school-of-art-5
A Voyage
erudio-school-of-art-11
Obituary Design
erudio-school-of-art-10
Wan Adam Aliff

Remember Me dapat dikatakan lahir dari sebuah metode unik. Sejumlah seniman yang terlibat didalamnya terlebih dahulu mengikuti tahapan ganjil seperti menuliskan sendiri obituari mereka, merasakan simulasi ketika sekujur tubuh diselimuti kain penutup, menjabarkan sumber kebahagiaan dan kesedihan semasa hidup. Terutama, seperti apa dan sebagai siapa mereka ingin diingat? Dari sana kemudian, satu per satu karya dibuat.

erudio-school-of-art-7

erudio-school-of-art-8

Di satu sudut, Lala Bohang menyuguhkan sebuah instalasi mix-media yang cukup nyeleneh. Judulnya Life After Life is a Good Life. Ibarat Death Organizer, bayangkan kita bisa minta dibuatkan selebrasi fase peristirahatan sesuai keinginan masing-masing. Mulai dari katering, dekorasi, buah tangan, hingga akuisisi lahan kuburan. Mirip bisnis San Diego Hills Memorial Park and Funeral di Karawang, Jawa Barat. Saya pernah shooting di sana dan disambut billboard bertuliskan, “Rencanakan rumah masa depan Anda”.

erudio-school-of-art-9
Lala Bohang
erudio-school-of-art-13
Sarcasm, anyway.
erudio-school-of-art-12
Where My Girls at?

Menggeser persepsi kematian justru berpeluang menjadi pemantik agar kita menjalani hidup lebih bermakna, bukan? Saya pribadi percaya, kematian pun sejatinya adalah jembatan jumpa dengan figur terkasih yang telah mendahului kita. Kakek, guru, saudara, sahabat, barangkali juga idola yang belum sempat kita temui di dunia. I mean, don’t you wish to have a handshake with Martin Luther King or Che Guevara? Hahaha! Believe me, I do.

erudio-school-of-art-14
Won’t You Help to Sing? These Songs of Freedom.

Eksibisi Remember Me terbuka sampai dengan 5 Februari 2017. Datang, berkeliling, nikmati, lalu renungkan. How would you like to be remembered after you passed away?

Disclaimer:
Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

logo

andyna-signature-2017-black

30 Januari 2017

Lokasi: Dattabot Dojo, Jalan Senopati No. 71-73, Jakarta, Indonesia

Foto: Andyna

 

11 thoughts on “REMEMBER ME: Antisipasi Ajal Dalam Seni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s