Sepotong Sastra · Tudung Seni

TELL TALE: Mengembalikan Ketakjuban

Waktu kecil, mungkin hampir setiap hari muncul letupan-letupan dalam wadah tanda tanya kita. Betapa mata ini takjub pada semesta dan seisinya. Kenapa bulan diam-diam mengikuti langkah manusia? Kenapa rambut nenek kian memutih? Kenapa es krim begitu cepat meleleh? Kenapa semut menempelkan kepalanya jika saling berpapasan? Kenapa orang-orangan sawah terlihat menyeramkan? Kenapa luka akibat jatuh dari sepeda terasa perih? Dan berjuta hal lain yang seringkali, setidaknya bagi saya, jawabannya tidak memuaskan. Kita cenderung dibesarkan dengan keteraturan logika. Dibentuk, dicetak, dipakemkan sesuai kaidah, katanya. Hingga sayang sekali, rasa takjub tadi terkikis, sedikit demi sedikit.

c3jqgtavuaakr9a

tell-tale-suar-art-space-5

Berangkat dari keresahan itulah, Margaret Yap (Reta) dan Addy Debil (Whop) berkolaborasi membuat pameran instalasi seni bertajuk Tell Tale. Reta ialah ilustrator dan penulis dengan latar belakang desain interior. Sementara Whop dikenal sebagai seniman mural yang cukup mudah ditemui karyanya pada dinding-dinding kafe ibukota.

tell-tale-suar-art-space-1

tell-tale-suar-art-space-2

Melalui Tell Tale, kita diajak memasuki lorong khayal berupa tata surya, dengan hiruk-pikuk beraneka monster didalamnya. Usut punya usut, penggarapan teknis materinya hanya dibuat dalam waktu 2 minggu.

tell-tale-suar-art-space-9

tell-tale-suar-art-space-3
tell-tale-suar-art-space-8
Tell Tale sebetulnya menjadi pembingkai inti karya Reta dan Whop berupa peluncuran 2 buah buku ilustrasi cerita. Yang satu ditargetkan untuk pembaca lintas usia. Satu lagi sengaja didedikasikan bagi anak-anak.

Buku pertama oleh Reta diberi judul Kemacetan di Bulan. Ini merupakan refleksi perjalanan tokoh Bayangan ke luar angkasa. Selain ilustrasi, Reta juga menggabungkan beberapa potongan foto selama ia takjub berkeliling Indonesia. Mulai dari Nusa Penida, Sumba, Taman Nasional Komodo, Gunung Papandayan, Belitung, dsb. Seperempat bagian pada tiap halaman lalu diberi rangkaian fiksi yang ia tulis sendiri.

tell-tale-suar-art-space-7

tell-tale-suar-art-space-11

Kemudian buku kedua, Monster’s Tale, adalah upaya Whop dalam mengeksplorasi sosok-sosok anomali, seperti monster. Ia mencoba memposisikan monster lewat kacamata masa kecil. Dengan harapan, anak-anak yang membaca nanti akan terstimulasi untuk melebarkan lorong khayal mereka. Kata siapa monster pasti jelek? Kata siapa monster nafasnya bau? Kata siapa monster tak bisa tersenyum?

tell-tale-suar-art-space-6

Pameran Tell Tale terbuka untuk umum sampai tanggal 25 Februari 2017. Datang, berkeliling, dan nikmatilah tanpa batasan logika. Sebab mengembalikan ketakjuban kita itu perlu adanya. Apalagi, kalau kalian sering bersungut-sungut tidak bahagia.

Read more about art Daft Punk feat. Pharrell Williams – Get Lucky

andyna-signature-2017-black

6 Februari 2017

Lokasi: Jalan Lebak Bulus I No. 55, Jakarta, Indonesia

Foto: Andyna

13 thoughts on “TELL TALE: Mengembalikan Ketakjuban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s