Di Belakang Panggung

Jadi Penasehat CEO E-Commerce

“Enak banget kali ya bisa keluyuran ke mal tiap hari kayak lo gitu,” ujar hampir setiap klien yang saya temui. Kantor saya memang tepat berada di area Kota Kasablanka. Salah satu kawasan one stop shopping paling hits di Jakarta Selatan yang pengunjungnya konsisten belingsatan 7 hari dalam 1 minggu. Kalau kalian anggap fakta ini menyenangkan, tunggu dulu. Bagi kaum metropolis, pasti kalian tidak asing dengan kemacetan fantastis di jalur Kasablanka bukan? Atau mungkin pernah merasakan antrian lebih dari 30 menit hanya untuk bayar belanja bulanan? Percayalah, ini pemandangan saya sehari-hari.

shopping-images-girl-street-cape-town-1492627

Berhubung sepanjang Senin sampai Jumat saya sudah berkubang di mal. Maka ketika akhir pekan tiba, saya sungguh enggan pergi ke tempat serupa. Apalagi jika tujuannya hanya untuk berbelanja. As a part of millenials generation, I would simply go online shopping. Hingga tahun 2017, ada lebih dari 26 juta wadah transaksi jual-beli berbasis online alias E-Commerce di Indonesia. Dengan pilihan produk yang jauh lebih variatif ketimbang flagship store. Platform belanja ini juga membuka peluang bagi kita untuk bisa berinteraksi langsung dengan si penjual. Even customizing the item according to our own personal taste. Semua dalam satu genggaman tangan.

iPrice Group 2

Dari sekian banyak nama, E-Commerce mana yang menarik untuk saya bahas? Pilihan saya jatuh pada Elevenia. Sebuah situs belanja online dengan konsep open marketplace pada urutan nomor 23 di Indonesia. Sudah beroperasi sejak tahun 2014. Serta merupakan joint venture antara PT. XL Axiata (Telekomunikasi) dan SK Planet (Korea Digital Business)Kenapa saya suka Elevenia? Sederhana sekali. Saya tidak pernah gagal mendapatkan barang-barang unik didalamnya. Pernah suatu ketika saya sudah keluar-masuk 10 toko outdoor gear, tidak ada satu pun yang menjual sandal gunung warna pink (centil amat ya!). Eh giliran buka Elevenia, berderet dong katalognya. Tinggal pilih mau ukuran berapa. Dengan harga terjangkau, sandal ini sudah terbukti tangguh saya bawa naik-turun hiking sampai Raja Ampat.

eleveniaklikcarihepi

Screenshot_3

Nah, sekarang saya dapat tantangan menggoda dari iPrice nih. Mereka bilang, andai saya punya kesempatan jadi Penasehat CEO E-Commerce Elevenia, saya mau menyampaikan saran apa sih? Not that I’m such an expert, of course. Tapi beberapa strategi yang akan saya utarakan akan mengacu pada FOR (Frame of References) dan FOE (Field of Experiences) saya sebagai konsumen aktif Elevenia. Keep scrolling!

ecommercemilo

1. Mobile Streaming Home Shopping

Ucapkan selamat tinggal pada home shopping televisi yang lebih banyak gimmick daripada eksplorasi produknya. Lewat semangat digitalisasi, kenapa kita tidak membuat Mobile Streaming Home Shopping? Tentunya dengan memanfaatkan mobile app dan sejumlah media sosial yang ada (Facebook Live, Instagram Live, Twit Live, YouTube Live, Snapchat, dll). Setiap hari, kita bisa mengupas berbagai macam keunggulan produk, special hot deal, tutorial order, bikin interaksi lebih kuat dengan taktik giveaway, dan masih banyak lagi. 

iPrice Group 3

iPrice Group 1

Screenshot_1

2. Offair Routine

Mengelola produksi pertunjukan offair adalah modal penting yang tidak boleh diabaikan dalam upaya branding. Pilihlah lokasi sesuai target pengunjung. Kita juga wajib melibatkan blogger, vlogger, atau sosial influencer sebagai juru bicara. Bentuk program offair pun bisa sangat beragam. Mulai dari pameran, workshop, garage sale, mini konser, meet and greet bersama brand ambassador, sampai pemutaran film. Hah? Apa hubungannya pemutaran film sama online shopping? Well, coba bayangkan kalau kita bisa punya semua detail OOTD (Outfit of The Day) Raisa di film Terjebak Nostalgia lewat katalog Elevenia? Wouldn’t it be great? Ha!

Cv1I-WSW8AA5QVk

Raising Edmonton

3. Clean Up Your Homepage

Even though content is everything, but hey, people always judge the book by its cover. Always. Jadi, rapikan tampilan homepage sesering mungkin. Jangan sampai kelihatan jorok. Pilih font yang mudah dibaca. Turunkan banner yang sudah tidak berlaku. Kalau produknya sudah sold out, untuk apa masih diletakkan di homepage? Terkesan sepele sih, tapi ternyata sangat mempengaruhi mood dan kenyamanan mata pengunjungnya.

iPrice Group 4

4. Stop Selling Fake Products

Pembeli yang cerdas akan dengan mudah membedakan mana produk asli, dan mana yang imitasi. Pembeli yang cerdas tidak akan tergiur harga murah, tapi kualitasnya tidak terasah. Pembeli yang cerdas bahkan kini sudah mengenali kode produksi, sticker hologram, hingga material produk yang dibeli. Please, never underestimate their sense of shopping.

maxresdefault

5. Discount Devil

Terakhir, orang Indonesia itu niscaya berbinar-binar tiap mendengar kata diskon. Bagaimana tidak? Program Midnight Sale menjelang akhir tahun terbukti selalu penuh dan sesak. Bahkan Buy 1 Get 1 Starbucks pasti berujung lini panjang para pecinta kopi atau yang sekedar ikut-ikutan saja. Pintar-pintarlah menempatkan diskon atau voucher pada momen-momen seperti Pilkada, Pemilu, tanggal merah, hari raya besar, peringatan kemerdekaan, hingga selebrasi internasional sekali pun seperti Valentine, Halloween atau Thanksgiving.

Screenshot_7

Online shopping dan elemen disekitarnya itu sangat dinamis. Selalu ada pergeseran dan perubahan tiap periode waktu. That’s why we need to be playful inside, in order to attract spectator outside. Kalian punya masukan lain untuk sang CEO? Feel free to drop a comment below!

andyna-signature-2017-black

21 Februari 2017

Foto: Jakarta Great Sale, Raising Edmonton, Terjebak Nostalgia The Movie, Maxime Moone

Ilustrasi: Andyna, Ecommercecemilo, The Balance, Meaningful Musing, Moveis Figueiredo

22 thoughts on “Jadi Penasehat CEO E-Commerce

  1. ada 1 input dari gue. kenapa duta ecommerce selalu cewek? seolah2x mengarahkan kalo online shopping tuh cuma buat cewek. padahal cowok juga terhitung konsumen.

    Like

  2. sistem pembayaran sih, menurut gw mesti banyak pilihan. ya debit, ya kredit, ya point, ya virtual account, dll. jadi online shopping makin gampang diakses.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s