Tudung Seni

REST AREA: Indonesia Dari Kacamata Perupa

REST AREA Galeri Nasional - 8
Beringin Tumbuh di Batu

Presiden RI Joko Widodo pernah bercerita dalam salah satu pidatonya di Istana Negara. Bahwa ia mendapat begitu banyak pertanyaan dari pemimpin negara lain. Katanya, mereka geleng-geleng dan keheranan. Betapa sulitnya mengelola negara kepulauan seperti Indonesia. Lebih dari 17000 pulau, 710 suku bangsa, 1100 bahasa lokal. Tak heran bukan, jika tanah air ini digerakkan oleh jutaan perbedaan cara pandang? Hingga suatu ketika, kita pun mungkin berlabuh pada satu pemikiran. Apa sih arti Indonesia buat diri kita sendiri?

REST AREA Galeri Nasional - 4
Romantika Politik Humor
REST AREA Galeri Nasional - 1
The Enigmatic Journey and The Head of The House
REST AREA Galeri Nasional - 6
Mimpi Buruk

Bertolak dari poin tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengagendakan serta meresmikan Pameran Seni Rupa Nusantara 2017 dengan tema Rest Area – Perupa Membaca Indonesia.

Bertempat di Galeri Nasional, Jakarta. Sejumlah 100 karya dari 100 perupa terkumpul di bawah kurasi Suwarno Wisetrotomo dan Sudjud Dartanto. Terbuka bagi siapa pun untuk dikunjungi sampai tanggal 27 Maret 2017. Dilihat dari bentuk medianya saja sudah sangat bervariasi. Mulai dari cat minyak pada kanvas, akrilik pada kanvas, cetak digital pada kanvas, cetak resin, cat besi, tanah liat, bambu, alumunium (deboss technique), kawat, kain, lilin, multimedia, dan masih banyak lagi.

REST AREA Galeri Nasional - 10
Kiasan Alam
REST AREA Galeri Nasional - 9
Minggu Pagi
REST AREA Galeri Nasional - 7
Fragmen Tubuh di Negeri Dongeng

Jika diperhatikan lebih terinci, cara pandang tiap perupa pun tak kalah kaya. Di sini, kita diajak melihat, mendengar, dan merasakan keanekaragaman isu di Indonesia melalui kacamata segar mereka. Entah itu politik, hukum, sosial, lingkungan, budaya, sampai dialog-dialog bisu tanpa batas.

REST AREA Galeri Nasional - 2
Koalisi Setengah Hati
REST AREA Galeri Nasional - 5
Tahanan KPK
REST AREA Galeri Nasional - 12
Tiang Tak Berpasak
REST AREA Galeri Nasional - 11
Pray, Play. Sebuah karya multimedia dimana lagu Ave Maria dan panggilan Adzan dipadukan menjadi satu lantunan. Mengingatkan saya pada film pendek “Senyawa” garapan Wregas Bhanuteja.

Rest Area, bagi saya pribadi, terasa seperti rehat sejenak sembari menghisap tembakau asli dari tangan pribumi. Ada harmoni yang menenangkan, sekaligus memikat. Ia mendudukkan lagi kesadaran bahwa perbedaan cara kita memandang negeri ini sebenarnya sah-sah saja. Asalkan tujuan hakikinya tetap sama; Bhinneka Tunggal Ika. Nah, kalau Indonesia versi kalian bagaimana?

Read more about artRemember Me: Antisipasi Ajal Dalam Seni

Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

logo

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

20 Maret 2017

Lokasi: Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Indonesia

Foto: Andyna

20 thoughts on “REST AREA: Indonesia Dari Kacamata Perupa

  1. Membaca tulisan seorang petualang pascavirtual edan seperti Andyna, memang tidak bisa tidak pasti akan tersihir hingga menitpun enggan beranjak meninggalkan detik.

    Sayang, tulisannya kurang panjang ibarat hubungan badan orgasme terlalu cepat. Tapi jika masih mengambil analogi seksual, biar cepat asal berbekas.

    Terus berkarya.

    Like

  2. Indonesia versi saya adalah yang plural dengan masing2 karakteristiknya, yang berbudaya, yang menghargai satu sama lain, dan tidak berdasar atas satu agama 🙇

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s