Tudung Seni

PAT(H)TERN: Membatik Itu Meditatif

Tidak banyak yang tahu. Jauh di lubuk hati, sebenarnya saya masih suka iri loh dengan teman-teman yang pernah merasakan bersekolah di daerah Jawa. Alih-alih dijejali nilai yang serba kebarat-baratan, sedari kecil mereka justru dikenalkan dengan studi muatan lokal yang asyik. Salah satunya, tentulah membatik.

PAT(H)TERN Indonesia Kaya - 6

Kita mungkin tahu ada beragam makna laten dari tiap-tiap motif Batik. Namun sekarang mata saya baru terbuka, ternyata proses panjang belajar membatik itu sendiri bisa menghadiahkan sebuah ikhtiar. Proses inilah yang dikaji secara liar oleh Kawung Art Culture, Yogyakarta, melalui kombinasi gerak tubuh dan audio visual bernama PAT(H)TERN; Perjalanan dan Jejak-jejaknya.

PAT(H)TERN Indonesia Kaya - 7

PAT(H)TERN Indonesia Kaya - 1

Sekar Sari, yang pada pementasan Galeri Indonesia Kaya sebelumnya tampil sebagai penari, kini justru bertindak selaku konseptor. Kawung Art Culture menjadi salah satu komunitas terpilih di program Ruang Kreatif: Bincang Seni Pertunjukan Indonesia, persembahan Bhakti Budaya Djarum Foundation. Sebelum terjun latihan, tim terlebih dulu melalukan riset seputar seluk-beluk Batik, bahkan mengikuti workshop membatik. Pra-produksi konsep dirancang mulai bulan Agustus hingga Desember tahun lalu. 

“Kami ingin bercerita bahwa perempuan di masa lalu tidak bisa mengekspresikan kemarahannya. Jadi, mereka meminjam kebahagiaan yang ada di langit, kemudian menuangkan amarahnya dengan membatik”, ungkap Sekar yang juga pernah memenangkan Runner Up II Putri Batik Nusantara, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 2011.

PAT(H)TERN Indonesia Kaya - 2

Empat penari muda yaitu Endang Setyaningsih, Aprilia Wedaringtyas, Galih Puspita, dan Riana Nofrita Yhani Sundarti, secara padu mengantarkan gerak tubuh mereka sebagai interpretasi akan tahapan membatik. Mimik wajah mereka pun kompak terlihat berkecamuk. Semisal, Ngelowong, tadinya saya kira ini sekedar tahap pertama pelekatan malam (lilin) pada kain mori. Tidak saya sangka, ini juga merupakan seruan dimana kita dianjurkan mengosongkan jiwa sebelum mulai membatik. It’s like doing a meditate, even an absolution. Duh! Suka sekali!

PAT(H)TERN Indonesia Kaya - 3

PAT(H)TERN juga berdampingan dengan video mapping dan soundscape dari Gilang Kusuma Wardhana serta Muhammad Fabian Arrizqi. Mereka berdua menelaah motivasi seperti apa yang mau dibangun dari tiap babak, lalu menuangkannya dalam bentuk audio visual. Beberapa bunyi bahkan sengaja digambar manual ke perangkat sequencer, hingga tercipta bebunyian digital yang keluar secara otomatis. Kreatif jempolan!

PAT(H)TERN Indonesia Kaya - 4

PAT(H)TERN Indonesia Kaya - 5

Usai pertunjukan, penonton pun dapat mencoba dan merasakan langsung seperti apa keseruan membatik di area selasar. Semoga semangat mengkaji Batik seperti ini terus langgeng ya. Besar kemungkinan kan, selama ini kita hanya bisa memakai, tanpa tahu hakikat sebenarnya.

Read more of Sekar Sari’s work ➸ Pada Suatu Rumah

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

24 Maret 2017

Lokasi: Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Indonesia

Foto: Andyna

14 thoughts on “PAT(H)TERN: Membatik Itu Meditatif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s