Tudung Seni

WIMBA KALA: Penawar Rindu Seni Prasejarah Indonesia

Ketika mengunjungi Gua Leang-Leang Maros, Sulawesi Selatan, beberapa bulan lalu, saya baru pertama kali melihat langsung yang namanya Gambar Cadas. Bingung dengan istilah ini? Saya pun awalnya begitu. Padahal, maknanya sangat dekat dengan buku pelajaran kita semasa sekolah.

GAMBAR CADAS INDONESIA - 13
Gua Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan, saat kunjungan saya Februari 2017 lalu.

Gambar Cadas (rock art) adalah jejak lukisan manusia prasejarah yang diteliti sudah bernilai puluhan ribu tahun lamanya. Disebut cadas karena medium yang dipakai berupa batuan cadas alami, baik di tepian pantai, gunung, dan gua. Yang lebih mencengangkan, ternyata kita punya begitu banyak situs alam dengan Gambar Cadas di sepanjang bentang khatulistiwa.

GAMBAR CADAS INDONESIA - 8
Indonesia dan Afrika sudah terbukti menjadi 2 titik di dunia yang paling banyak menyimpan asal-usul peradaban manusia.

Banyak peneliti yang percaya bahwa manusia pra-sejarah tidak sekedar menjadikan gua sebagai tempat tinggal, melainkan juga galeri seni primitif. Bayangkan, nenek moyang kita meretas ide untuk melukis dengan hanya bermodalkan kayu, bambu, daun, atau kulit binatang sebagai kuas. Wasn’t that incredibly insane?

GAMBAR CADAS INDONESIA - 1

GAMBAR CADAS INDONESIA - 2

Dari sanalah, sejumlah seniman mengobati kerinduan sekaligus kekaguman mereka pada seni prasejarah, lewat tafsiran masa kini bernama Pameran Gambar Cadas Indonesia: Wimba Kala. Dalam mimbar imajinasi, mereka menciptakan turunan karya dari sejumlah Gambar Cadas yang tersebar di Indonesia. Mulai dari seni instalasi, mural, lukisan, hingga videografi.

GAMBAR CADAS INDONESIA - 3

GAMBAR CADAS INDONESIA - 4

GAMBAR CADAS INDONESIA - 7

Benang merah yang paling terasa dari semua karya, menurut saya, adalah kecantikan alam Indonesia. Saya terpongah dengan ciri khas masing-masing seniman ketika menginterpretasikan bukti-bukti prasejarah tersebut. Retakan karst menjadi sangat artistik. Cahaya gua pun menjadi bias mesra.

GAMBAR CADAS INDONESIA - 9

GAMBAR CADAS INDONESIA - 12

Mengenal lebih dekat Gambar Cadas niscaya melanggengkan usaha kita agar lebih menghargai peradaban lampau. Pun, ia menjadi penawar rindu atas warisan kearifan nenek moyang, yang jelas-jelas, tidak dimiliki semua negara di dunia. 

GAMBAR CADAS INDONESIA - 5

GAMBAR CADAS INDONESIA - 11

Pameran ini terbuka untuk publik (tanpa dipungut biaya) sampai tanggal 15 Mei 2017. Sila mampir bersama. Jelajahi negeri dengan tawa.

Read more about artRemember Me: Antisipasi Ajal Dalam Seni

Disclaimer:
Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita dengan tema “Rindu”.

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

4 Mei 2017

Lokasi: Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Indonesia

Foto: Andyna

22 thoughts on “WIMBA KALA: Penawar Rindu Seni Prasejarah Indonesia

  1. There’s always something new I can bring back home after reading your blog. Gw share ke tmn2 gw yg suka baca juga ya.

    Ditunggu terus postingannya….

    Like

  2. Dari rindu, jadi seni, jadi ngomongin sejarah. 😭 Ajarin caranya bikin cerita ngalir kayak gini…. 😩😔😶

    Like

  3. Kaya banget negeri kita ya mbak. Nggak habis-habis harta karunnya.
    Pantesan peneliti dari mana-mana dateng terus kesini. Sementara kitanya ujung ke ujung Indonesia aja belom tentu pernah lihat semua.

    Like

  4. Referensi kece buat akhir pekan panjang selain mal.

    Meski sering kurang paham klo menginjakkan kaki di pameran seni, tapi media pembelajaran yang baik buat anak-anak sejak dini.

    #vote41m1cminggurindu 😉

    Liked by 1 person

  5. Persepsi ‘mengkonsumsi’ seni di benakku sedikit banyak jadi berubah. Ternyata luas banget ya, bisa dihubungin ke sejarah juga. Bisa dapet dimana info-info seperti ini, Mbak?

    Salam kenal dari Batam!

    Like

  6. I’m so into your point of view. Tiny little details might threw a beautiful story. More than just travel from one place to another. Salute…..

    Like

  7. Gak kepikiran gw gimana jaman dulu orang ngelukis pake kuas daun atau kulit binatang. Sayang banget ini kalo sampe rusak, nggak dipelihara.

    Ajibbb kak ceritanya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s