Binar Bervakansi

Keberagaman Pontianak

Selamat Idul Fitri dengan suhu udara sehangat-hangatnya dari Kota Khatulistiwa! Libur panjang berkat hari raya saya habiskan sebagian di jantung Kalimantan Barat, Pontianak. Bosan dengan menu Lebaran yang itu-itu saja, saya pun tergiur mendengar alternatif wisata kuliner di sini. But once I started the trip, I found more excitement than just a food festive. It is called unity in diversity.

FullSizeRender(1)
Tugu Nol Kilometer Khatulistiwa

Nilai keberagaman dengan mudah saya temukan pertama kali di Istana Kadriyah Kesultanan Pontianak. Gerbang utama sengaja dibentuk serupa Joglo khas Jawa. Selasar dan tangga depan istana dipengaruhi sentuhan Tionghoa. Sementara interior dalam tampak megah diselimuti rona kuning lambang kejayaan Melayu.

“Kenapa suasana istana dibuat campur-campur kayak gini?”, tanya saya pada seorang Teuku yang memandu. “Hahaha! Tentu saja,” ia terkekeh, “Sebab Sultan sangat mencintai kebhinnekaan.” Oh kalian tahu? Dulu Sultan pernah mendapat tawaran dari Kerajaan Malaysia untuk bergabung dengan wilayah administratif mereka. Tapi Sultan menolak, ia ingin tetap menjadi bagian dari Indonesia.

IMG_2406
Istana Kadriyah

Tak jauh dari sentralismo kota, saya menjumpai keberagaman berikutnya bernama Gereja Katolik Santo Yoseph, Katedral Pontianak. Kita bisa berkeliling mengamati eksterior bangunan Romawi yang bersimbiosis kuat dengan sentuhan seni ukir khas Dayak. Gereja yang juga sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi ini terbuka bagi siapa saja. Bahkan waktu saya isi buku tamu, pengunjung yang datang kebanyakan justru umat Islam dan Buddha.

IMG_2691
Katedral
FullSizeRender(2)
Street Stopper

Keberagaman lain yang tak habis saya syukuri adalah menggenapkan misi semula. Beruntung sekali tahun ini saya dihadiahi menu Lebaran istimewa. Pontianak amat lihai menawarkan keberagaman lewat petualangan perut. Mulai dari aneka Mie Tiaw, Nasi Kari, Bubur Pesawat, Bakmi Kepiting, Es Lidah Buaya, Kue Bulan, Yue Ping, Es Krim Kopi, sampai Pisang Goreng Srikaya yang tidak masuk akal enaknya. Kenyang bahagia! Hahaha! 😝

IMG_2805
Menurut saya, sejauh ini, Pontianak menjadi peta kuliner Indonesia terbaik ketiga setelah Palembang dan Aceh. Catatan, saya belum pernah ke Padang (yang katanya juga dahsyat).

Terakhir, sempatkan diri menjajal kapal kayu menyebrangi Sungai Kapuas. Jelang akhir Ramadhan, sepanjang petang, bukan petasan pasar yang dibakar untuk mengiringi kumandang takbir. Melainkan Meriam Kelapa. Ditembak bersahut-sahutan dari segala sisi sungai terpanjang di Indonesia ini. Sorak-sorai orang dalam logat Melayu, Khek, Bugis, Madura, Arab, dan lainnya, padat memenuhi benam senja. Hangat, hangat tak terperi, Kawan.

IMG_2718

Saya selalu percaya, hakikat multi kultur dan kepercayaan itu memang sudah takdir bangsa kita. Pontianak adalah salah satu bukti konkretnya. Selamat mencoba. Jelajahi negeri dengan tawa.

Read more about travel ➸ BANGKA: 5 Hal Yang Wajib Dicoba

Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

30 Juni 2017

Lokasi: Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia

Foto: Andyna

22 thoughts on “Keberagaman Pontianak

  1. Solo trip Dyn? Keren ih! Berani banget ke Kalimantan sendirian. Disananya mondar-mandir pake apa Dyn? Gue juga udah lama penasaran sih sama Pontianak. Apalagi makanannya kayaknya enak-enak banget.

    Like

  2. Bok! Blog lo tuh ya bikin mupeng abis ya. It’s amazing how you always find attractive angles to be told. Betah gw bacanya,, πŸ˜€

    Like

  3. Cantik amat itu sunset Kapuas 😭😫😍 Kirain Pontianak ga ada apa2x yg bisa dieksplor. Kalah pamor sama Banjarmasin atau Derawan. Ga kepikiran ada wisata sejarah kyk gitu. Salut!

    Like

  4. Gak mampir Singkawang Dyn? Tapi Singkawang menurut gw biasa bgt sih. Malah gak ngira gw dalem kota Ponti bisa begini pemandangannya.

    Like

  5. Hai Mbak Andyna, salam kenal, aku pembaca baru. Hepi deh muterin blognya. Nemu info” penting buat jalan” soalnya….

    Like

  6. Yg banyak makan2 gini gua gak keberatan loh diajak wakwakwkakwakwkakk!!!!! Libur Lebaran gua malah gak kemana2. Jagain Jakarta yg ternyata masih macet2 juga. Pinginnya kayak elo. Btw mohon maaf lahir batin cuy.

    Like

  7. Mesti masuk target destinasi nih kayaknya. Cuma bisa manggut manggut kalo baca blog jalan-jalan lo ini deh. Nambah pengetahuan banget, gak asal diposting doang. Fotonya juga bagus-bagus.

    Oh iya nginep dimana selama disana ngomong-ngomong din?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s