Di Belakang Panggung

Reblog: Sampai Nanti Andyna Sseori

◄ Beautifully written by Fara Gandi ►
Sseori is an animation character in YouTube I’ve played in 2016

Pada bulan kedua tahun lalu, sebuah nama diperkenalkan padaku.

fara gandi

Andyna.

Ia kerap memulai hari dengan secangkir kopi dan sepotong roti. Penampilannya mencolok dengan sentuhan warna-warna berani, khasnya pecinta seni. Terlihat seperti sosok yang keras hati, namun lambat laun, pribadinya membuatku jatuh hati.

Ia inspiratif, kreatif, dan imaginatif. Pintar, berpengalaman, dan tahu apa yang diinginkan. Meski kadang tertatih, ia selalu gigih dan semangatnya berapi-api. Intuisi dan kata hati menuntunnya menghidupi mimpi.

Bagiku, ia adalah tempat berbagi. Seorang pendengar ideal serta penasehat yang tepat dan akurat. Penyimpan rahasia yang setia. Pendidik yang cerdik. Pendukung dan pelindung ulung. Penyedia rasa aman dan nyaman. Seorang pecinta sejati, dimana romantisme disalurkannya melalui perlakuan atau dibekukan dalam tulisan.

Usai jam kerja, pada sebuah toko kue, di hadapan segelas latte. Disanalah berulang kali kami bertatap diantara asap, terkoneksi tanpa saling menghakimi, kemudian berdiskusi. Tentang segala hal, remeh-temeh problema kehidupan, pengalaman menyakitkan, hiburan atau kesenian, mimpi-mimpi masa depan dan yang paling kusuka, ketika agama dan cinta menjadi bahasan. Benar-benar mengasyikkan.

Dengannya, apapun selalu menarik diperbincangkan. Bukan karena topiknya, namun karena sosoknya. Sudut pandangnya dan pola pikirnya, terlalu unik membuat siapapun terpacu untuk mengulik. Sungguh, jika aku adalah lelaki, maka ia pasti kunikahi. Yang sepertinya amat sulit dicari!

954435WALLPAPER_4

Andyna.

Dibalik jiwanya yang perkasa, tutur kata yang tegas, sorot mata yang lugas, sosoknya yang kuat, serta tawa yang renyah dan keras. Aku tahu pasti ia banyak terluka. Tapi mungkin, sakitnya tak lagi terasa, karena sudah biasa. Atau ia telah lama berkawan dengan luka sehingga paham celah temukan suka cita.

Itulah mengapa, jika didekatnya, hanya senang yang terasa. Bahkan di dalam keluh-kesah pun, kami selalu sempat tertawa.

Sungguh, aku tak pernah khawatir tentang tetek-bengek kebahagiaannya. Karena, ia telah miliki sendiri caranya.

tumblr_ofki3xLdcQ1tg2ipio1_1280

Andyna.

Satu hal yang selalu kunikmati, kebersamaan dengannya kala berbagi. Perjumpaan dengannya patut disyukuri.

“Badz, sini ada cemilan!”

“Badz, kita kesini yuk, kamu pasti suka.”

“Gue tahu nih, yang begini-gini Badz demen.”

“Kalau tua nanti, pengen punya rumah deket Badz ah. Kayaknya seru.”

“Kalau aku mati nanti, tolong ya Badz abunya disebar di lautan Mediterania.”

“Iya jadi rumah Badz yang hook itu.”

Terima kasih sudah membuatku merasa dihargai. Terima kasih atas keriaan penyegar hati. Terima kasih atas pelajaran yang dibagi. Terima kasih sudah jadi bagian dari hari-hari. Sampai nanti, sampai berjumpa lagi ya, Andyna Sseori.

Remember: Pray hardest when it’s hardest to pray!  You deserve the best! I wish u gonna have a great new life. May Allah bless you, always!

FullSizeRender(3)

Ah, dan satu lagi, Andyna. Jika nanti, kau temukan lagi kilauan bintang di puncak semesta, atau padang bunga yang cantiknya luar biasa, atau mungkin, hamparan laut berlembayung senja. Tolong sampaikan saja pada mereka. Terima kasih sudah buat Andynaku bahagia.

Oh Moc – moooc,

Fara Gandi

Foto: Fara Gandi, Abby Subarkah

Ilustrasi: iWearUp, non-sense warehouse

4 thoughts on “Reblog: Sampai Nanti Andyna Sseori

  1. Ambyaaarrr loh bacanya….. 😭 😭 😭 😭
    Romantis banget ini bisa dapet tulisan kayak gini dari temennya…. What a sweet farewell letter

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s