Binar Bervakansi · Di Belakang Panggung

Cara Menyeimbangkan Pekerjaan dan Traveling

IMG_7796[1]

Blame these constant rainy days in October which making me super skip just to have another blog post. Maaf sudah bolos terlalu lama ya. Jangan-jangan ini blog mulai dikelilingi sarang laba-laba. But the great thing is that, I’ve been so much happier lately. New job. New friends. New routines. New circumstances. New things to learn. And of course, new places to visit. Semua berjalan sangat menyenangkan.

How do actually I manage to do it all at once? Especially to keep it balance between work and travel. One of the perks of being single is because I have an absolute freedom to choose my priority. Maka jika manusia perkotaan pada umumnya mengonsumsi sebagian besar waktu mereka untuk bekerja, saya tidak mau begitu. Saya ingin bertumbuh lebih dari itu.

UVPL7721[1]

1. Mengalami Adalah Investasi Diri

Dimulai dari pola pikir. Coba lihat sekitar kalian. Berapa banyak wajah kosong seperti tak bernyawa? Hidup macam robot dengan program rutinitas pagi hingga petang. Oh well, I get these kind of stories a lot. Fallen victims to the materialism trap. Rugi sekali bukan? Benar jika entitas fisik memenuhi kebutuhan raga, tapi tidak dengan mental dan jiwa kita. So invest your life with experiences, not things. Have stories to tell, not stuffs to show. Berkelanalah!

IMG_8272[1]

2. Kenapa Harus Ditunda?

Dibesarkan dengan metode pendidikan sekolah Katolik mempengaruhi kedisiplinan saya sampai sekarang. I know it’s impossible to be on track all the time. Tapi sebisa mungkin, saya berusaha untuk tidak menunda-nunda pekerjaan. Kalau bisa diselesaikan saat jam kerja, kenapa mesti lembur? Apalagi sampai mengganggu waktu istirahat dan  berlibur. Kecuali benar-benar gawat darurat loh ya. You wanna know what did my boss even told me so? “Andyna, let me know if you start getting home more than 8 PM. Embrace your life, really.”

QKNT3460[1]

3. A Proper Weekend

Setelah dihajar 5 hari kerja, tubuh pasti mengirimkan sinyal karena meminta jeda. Tidak sedikit orang yang suka mengeluh betapa akhir pekan mereka terlewat begitu saja. Undangan ini-itu lah. Arisan sana-sini lah. Sadar tidak? Kalau diikuti terus, tidak akan ada habisnya. So it’s okay if you feel like having quality time for your own sake. Menikmati teh pagi tanpa tergesa, mencium aroma buku baru, atau sekedar bermain roller blade di taman kota (yes, one of my officemates actually did this tho).

IMG_7578[1]

4. Cuti = Hak Segala Bangsa

Mari kuingatkan sejenak, Kawan. Tugasmu di bumi bukan cuma buat bayar tagihan lalu mati. Set your own calendar. Pick the best possible time you can leave the hustle bustle. Buang jauh-jauh alasan Habis-Gimana-Dong-Bingung-Ngomong-Sama-Bos. Yang penting, jangan sampai kewajiban kalian tercecer dan menyusahkan rekan kerja. Tapi, kalau sehabis liburan kalian malah tambah bersungut-sungut malas masuk kantor. Then there must be something wrong with your job. Quit, I suppose to say.

IMG_8174

5. Choose The Right Inner Circle

Apa hubungannya dengan pekerjaan dan traveling? Begini. Semakin dewasa, saya semakin realistis dan tidak mempan dengan istilah “Bergaulah Dengan Siapa Saja.” It’s a ridiculous thought, imho. Memangnya kalian mau digerogoti orang-orang yang berpengaruh negatif? Choosing the right inner circle helps you to find a strong supporting system. Terutama dalam menjalani hal-hal yang kalian suka. Saya paham ini merupakan proses panjang. But once you found them, trust me Blog Walkers, it’ll be much easier to keep everything in balance.

IMG_8265[1]

CZMQ0346[1]

Kalian punya pendapat lain? Atau justru ada yang mau cerita kesulitannya tentang bagaimana cara menyeimbangkan pekerjaan dan traveling? Saya akan senang sekali membacanya di kolom komen. Selamat mencoba. Jelajahi negeri dengan tawa.

Read more about travel Keberagaman Pontianak

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

22 Oktober 2017

Foto: Bintang Angkasa, Ikka Wuwiwa, Husein Yunior, Joze King, Andyna

 

22 thoughts on “Cara Menyeimbangkan Pekerjaan dan Traveling

  1. Suka banget poin pamungkasnya nomer 5, Dyn. Setuju…. Lebih beruntung lagi kalo bisa nemuin temen2x deket yg punya minat serupa sama kita. Dan gak ngeliat hobi kita sebagai sesuatu yg aneh/lain sendiri. Kebanyakan mah sekarang malah sibuk nyinyirin satu sama lain diem2x.

    Liked by 1 person

  2. Lucu-lucu amat sih fotonya Kak…. Kurang banyak. Aku scroll bawah-bwah taunya udah abis heheeee

    Btw kalo masih kuliah gmn ya mulai travelingnya? Berhubung senin smp jumat full banget sama tugas-tugas.

    Like

  3. Couldn’t agree more! Here’s to stamps in our passport. To the new places we’ve never been before… To the mysterious journey ahead

    Like

  4. Tiap lagi mampir baca blog lo gini, rasanya kayak pengen duduk bareng, nyesap latte, ngobrol gak ada ujung sama lo. You always stay the same. Your thoughts, the way you put an angle, the way you treat yourself. Sukses trus ya beeebbbb…!!!

    Like

  5. setuju sama poin ke-2. semakin efektif waktu kerja kita, makin besar jg kesempatan kita buat jalanin hal2x yg kita suka. apalagi kalau sdh berkeluarga kayak saya gini huehuehueheu… saya selalu pengen bisa bikin family trip kecil2xan. cuma masih suka ragu, takut bawa balita. padahal hatinya uddah gatel pengen jalan2x. thanks for sharing, mbak. main2x ke jambi.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s