Layar Perak

The Gift (Hanung Bramantyo, 2018)

I have been zipping up my mouth about this enchanted movie for almost 6 months behind. Akhirnya The Gift naik layar ke bioskop-bioskop tanah air sesuai hakikatnya. Melekat jelas dalam ingatan saya, pada bulan November 2017, saya diberi kesempatan pertama kali nonton versi rough film ini. Masih jauh dari final cutting, belum sound mixing sama sekali, apalagi credit title, but oh boy, I was UNDOUBTEDLY STUNNED!

Di area tengah Dapur Film, saya spontan menghampiri dan menjabat tangan Mas Hanung, sang sutradara, sambil bilang, “Selamat merayakan kebebasan lagi, Mas!”. Mata beliau berbinar, senyumnya sumringah sambil menjawab, “Haha! Matur suwun sanget, jeng!”. Lalu petang itu dilanjutkan dengan diskusi yang sangat menyenangkan.

THE GIFT MOVIE ID 6

The Gift menyampaikan tutur cerita dengan personifikasi manis dalam takaran cerdas. Narasi serta dialog didalamnya menuntun kita untuk perlahan tenggelam dalam watak Tiana (Ayushita Nugraha) dan Harun (Reza Rahadian). Tidak diburu hal-hal klise atas nama jatuh cinta. Karena Kawan, jika terlalu mudah diterka bukankah jatuh cinta malah tak ada istimewanya? ♥

Jahitan plot maju dan mundur yang menjadi pola penyampaian pesan The Gift juga semakin menguatkan penokohan tanpa terbata-bata. Romantismenya mengalir, namun pada saat yang sama membuat imaji kita ikut berputar. Bahkan sampai setengah film berjalan, masih ada peluang penonton harus menebak-nebak, “Ini bakal kemana arahnya?”. Oh hey, Bizzare Love Triangle victims, you’re gonna love this movie.

Secara visual, The Gift kembali mengingatkan saya pada karya-karya idealis Hanung seperti Tanda Tanya (2011, 9 nominasi Piala Citra) atau Perempuan Berkalung Sorban (2009, 7 nominasi Piala Citra, juga diputar di Australia, Vancouver, dan Perancis, this one’s still my most fave title from him). Banyak experimental shot yang liar, asyik, dan jauh dari kata membosankan. Latar kota Jogja pun menjadi pengokoh sentimental reasons. Oh! Saya juga harus tepuk tangan panjang buat Galang Galih selaku sinematografer. Gas poooollll!

THE GIFT MOVIE ID 12

THE GIFT MOVIE ID 11

Saya jatuh hati dan melihat sisi lain dengan Ayushita sejak What They Don’t Talk About When They Talk About Love (Mouly Surya, 2013). Dan di tangan Hanung, dia semakin matang digodok (termasuk film Kartini). Not to mention Christine Hakim, oh Lord… she is truly a concrete living Goddess. Ambyaaaar wis hatiku dikoyak-koyak. 😂😂😂 Selain itu, The Gift juga menjadi film pertama dimana Reza Rahadian ikut menulis dan mengisi soundtrack bersama Yura Yunita.

Sembari nunggu waktu buka puasa atau usai tarawih, tonton The Gift di bioskop terdekat. It redefines the way you conceive unconditional love. Or possibly, awakening how much your life is surrounded by uncountable gifts. Kalau kalian jemu dengan deretan drama superior namun dangkal rasa, izinkan Hanung menegakkan benchmark baru bagi film romansa lokal bercita rasa global. Kelas!

★★★☆

Read more Dilan 1990 (Fajar Bustomi, 2018)

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

3 Juni 2018

Foto – Video: Seven Sunday Films

2 thoughts on “The Gift (Hanung Bramantyo, 2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s