Binar Bervakansi

10 Gegar Budaya di Sumba

Terpujilah para sineas Indonesia yang selalu mau dan bangga memberi ruang eksposisi buat negerinya sendiri lewat film-film mereka. Salah satunya tentu saja Pulau Sumba. Sejak kemunculan Pendekar Tongkat Emas (Ifa Isfansyah, 2014), Susah Sinyal (Ernest Prakasa, 2017), sampai yang bikin aku naksir berat, Marlina: Si Pembunuh Dalam Empat Babak (Mouly Surya, 2017), nama Sumba meroket sebagai pilihan destinasi bervakansi.

Kalau kalian cuma pengen tahu ada tempat apa saja yang Instagrammable di Sumba, oh baby boo, better close your browser tab now. Karena di balik ribuan feed berisi foto-foto aduhai sepanjang pulau ini, aku justru lebih tertarik dengan side story yang bikin aku dan teman-teman merasakan gegar budaya (culture shock) selama main di Sumba. Sip your tea and keep scrolling down!

SUMBA 9

1. Peradaban

Menyisir wilayah Sumba Barat Daya, Sumba Barat, hingga Sumba Timur, tidak sulit menemukan transisi peradaban masyarakat yang cukup signifikan. Menurutku, orang-orang Sumba Timur jauh lebih terbuka dan santun terhadap pendatang. Dalam hal berbicara, berperilaku, atau sekedar merespon sesuatu dengan bahasa tubuh sekalipun.

2. Tenaga Listrik

Yang bikin aku melongo tiap mampir ke kampung-kampung adat, ternyata belum semua area dialiri listrik loh. Tidak semudah itu. Like literally no lights even at the darkest night. Waktu ku tanya anak-anak kecil di sana, “Terus ko bikin PR malam hari bagaimana kah?”. Sambil cekikikan mereka menjawab, “Pake lilin sa, Kaka. Ato lampu minyak toh” [Pakai lilin saja, Kak. Atau lampu minyak juga bisa]. Lord in heaven, it’s 2018 and yet this is still happening.

SUMBA 18

SUMBA 3

3. Kebiasaan Minta Uang

Now this one’s really breaking my heart. Hampir di semua lokasi wisata Sumba Barat Daya dan Sumba Barat, ternyata banyak sekali anak kecil berkeliaran dan (sepertinya) ‘dididik’ untuk terbiasa minta-minta uang kepada pendatang. A small tip from me, try not to be rude when you say “No” to them. Though it’s constantly annoying, but please remember they’re all just kids who are being miseducated.

4. Pendidikan

Selain jumlah sekolah yang relatif masih terbatas dan berjauhan, Sumba juga punya halangan dalam hal distribusi buku. Aku iseng tanya-tanya ke beberapa toko kelontong. Sementara ini, penyaluran buku tulis atau buku bacaan hanya datang dari Surabaya. Makanya, kalau kalian mau berencana ke Sumba, jangan ragu untuk bawa bantuan buku ya, terutama untuk anak-anak. Dijamin deh, pasti langsung dikerubutin hehehe!

SUMBA 2

DCIM100MEDIADJI_0003.JPG

5. Curi Ternak

Hewan ternak seperti kuda, kerbau, babi, sapi, dan kambing adalah barang mewah di sini. Bahkan masih dijadikan mahar (mas kawin wajib) sebagai syarat untuk melamar. Selain itu, sering juga jadi hadiah kehormatan untuk tamu agung. Tidak heran, kriminalitas tertinggi di sini tak lain adalah pencurian hewan ternak.

6. Hongo

Masih berhubungan dengan hewan ternak, ada pula pengaruhnya pada sektor kuliner yaitu menu babi goreng atau yang lebih populer disebut Hongo. Biarpun babi peliharaan hampir ada di setiap rumah, tapi Hongo hanya bisa ditemukan pada jamuan pesta atau selebrasi tertentu saja. Mahal soalnya, Mamaeee!

SUMBA 8

DCIM100MEDIADJI_0055.JPG

7. Animisme Marapu

Lepas dari hiruk-pikuk rasial di kota besar, istiadat Sumba justru ada dan pantas dipertahankan cukup dengan satu modal; toleransi. Sampai hari ini bahkan, Ratenggaro menjadi satu dari banyak kampung yang masih menganut kepercayaan animisme Marapu; memuja nenek moyang dan leluhur. Pun, tak jauh dari sini, samar tampak bangunan gereja atau masjid menyembul dari balik kerapatan hutan.

8. Eh Mana Bioskopnya?

Menjadi latar lokasi film Indonesia berkali-kali belum bisa mendorong motivasi pembangunan satu pun bioskop di Tana Humba. Terus kalau mau nonton gimana dong? Mereka mesti terbang sampai ke Kupang! Coba bayangin biaya 1x nonton berapa?

SUMBA 19

SUMBA 12

9. Judi Kuda

Ketidakadaan bioskop, pusat perbelanjaan, serta pasokan listrik yang merata, membuat sarana hiburan bagi masyarakat Sumba menjadi sangat minim. Maka kreativitas yang muncul berikutnya tak jauh, lagi-lagi, dari hewan ternak. Judi Kuda, namanya. Mirip World Equestrian Games khas kalangan borjuis gitu, tapi versi kearifan lokal. Kalau balik lagi ke Sumba, aku mau banget ikutan hahaha!

10. Cotton Candy Heart

If you ever travel with me, then you would know how much I love to build a new conversation. Tadinya aku sempat ragu tiap mau ngajak ngobrol orang-orang di sini, habis kelihatan gahar semua. Padahal aslinya mereka ramah banget kok. Malah banyak yang suka ngelawak. They might full of tattoos, but certainly got cotton candy at heart.

SUMBA 10

Cerita gegar budaya Sumba dari kacamataku ini tidak ada maksud jelek loh ya. Malah aku senang sekali bisa belajar hal-hal baru dari apa yang kutemui di jalan. Semoga kalian suka. Jelajahi negeri dengan tawa.

Read more about travel BENGKULU: My Top 5 Highlight

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

24 Juni 2018

Lokasi: Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Foto: Andyna, Ali @alibufteim

13 thoughts on “10 Gegar Budaya di Sumba

  1. Dynaaa selalu salut sama sudut pandang tulisan lo. Yang lain pasti bahasnya itinerary lah, spot foto doang lah. Lo bisa came up dengan poin2x yg informatif dan jauh lebih penting buat diketahui orang lain. Always adore you!

    Like

  2. Hmmm pengen gua unfollow nih blog!! JALAN MULU SIK… tapi yg gua suka lo tuh gak cuma jalan aja, sekalian sharing hal-hal bermutu juga

    Like

  3. Pernah kejadian kayak gitu juga di Kalimantan. Anak2nya berani minta 10-20rb sama turis, bule juga digituin. Kasian sebenernya… masih kecil diajarin yg nggak2

    Like

  4. Makasih udah berbagi cerita2x kyk gini ya kak. Kita yg gak pernah kepikiran pergi keluar rumah sejauh ini jd bisa ikut ngerasain dan tau kondisi daerah lain kyk apa dan gimana. Terus jalan2x dan berbagi. Salam dari Jambi…

    Like

  5. agak sedih dan kecewa sama kebiasaan mereka yg negatif, tapi jadi bikin tau klo ternyata ditempat yg indah dan langka kek gitupun ada side story yg bikin mewek… hiks..

    btw, klo ada org sumba yg ngajak nonton berarti bisa masuk kategori crazyrichsumbawan dong ye? 😋😋😋

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s