Di Belakang Panggung

Reblog: Sampai Nanti Andyna Sseori

◄ Beautifully written by Fara Gandi ►
Sseori is an animation character in YouTube I’ve played in 2016

Pada bulan kedua tahun lalu, sebuah nama diperkenalkan padaku.

fara gandi

Andyna.

Ia kerap memulai hari dengan secangkir kopi dan sepotong roti. Penampilannya mencolok dengan sentuhan warna-warna berani, khasnya pecinta seni. Terlihat seperti sosok yang keras hati, namun lambat laun, pribadinya membuatku jatuh hati.

Ia inspiratif, kreatif, dan imaginatif. Pintar, berpengalaman, dan tahu apa yang diinginkan. Meski kadang tertatih, ia selalu gigih dan semangatnya berapi-api. Intuisi dan kata hati menuntunnya menghidupi mimpi.

Bagiku, ia adalah tempat berbagi. Seorang pendengar ideal serta penasehat yang tepat dan akurat. Penyimpan rahasia yang setia. Pendidik yang cerdik. Pendukung dan pelindung ulung. Penyedia rasa aman dan nyaman. Seorang pecinta sejati, dimana romantisme disalurkannya melalui perlakuan atau dibekukan dalam tulisan.

Usai jam kerja, pada sebuah toko kue, di hadapan segelas latte. Disanalah berulang kali kami bertatap diantara asap, terkoneksi tanpa saling menghakimi, kemudian berdiskusi. Tentang segala hal, remeh-temeh problema kehidupan, pengalaman menyakitkan, hiburan atau kesenian, mimpi-mimpi masa depan dan yang paling kusuka, ketika agama dan cinta menjadi bahasan. Benar-benar mengasyikkan.

Dengannya, apapun selalu menarik diperbincangkan. Bukan karena topiknya, namun karena sosoknya. Sudut pandangnya dan pola pikirnya, terlalu unik membuat siapapun terpacu untuk mengulik. Sungguh, jika aku adalah lelaki, maka ia pasti kunikahi. Yang sepertinya amat sulit dicari!

954435WALLPAPER_4

Andyna.

Dibalik jiwanya yang perkasa, tutur kata yang tegas, sorot mata yang lugas, sosoknya yang kuat, serta tawa yang renyah dan keras. Aku tahu pasti ia banyak terluka. Tapi mungkin, sakitnya tak lagi terasa, karena sudah biasa. Atau ia telah lama berkawan dengan luka sehingga paham celah temukan suka cita.

Itulah mengapa, jika didekatnya, hanya senang yang terasa. Bahkan di dalam keluh-kesah pun, kami selalu sempat tertawa.

Sungguh, aku tak pernah khawatir tentang tetek-bengek kebahagiaannya. Karena, ia telah miliki sendiri caranya.

tumblr_ofki3xLdcQ1tg2ipio1_1280

Andyna.

Satu hal yang selalu kunikmati, kebersamaan dengannya kala berbagi. Perjumpaan dengannya patut disyukuri.

“Badz, sini ada cemilan!”

“Badz, kita kesini yuk, kamu pasti suka.”

“Gue tahu nih, yang begini-gini Badz demen.”

“Kalau tua nanti, pengen punya rumah deket Badz ah. Kayaknya seru.”

“Kalau aku mati nanti, tolong ya Badz abunya disebar di lautan Mediterania.”

“Iya jadi rumah Badz yang hook itu.”

Terima kasih sudah membuatku merasa dihargai. Terima kasih atas keriaan penyegar hati. Terima kasih atas pelajaran yang dibagi. Terima kasih sudah jadi bagian dari hari-hari. Sampai nanti, sampai berjumpa lagi ya, Andyna Sseori.

Remember: Pray hardest when it’s hardest to pray!  You deserve the best! I wish u gonna have a great new life. May Allah bless you, always!

FullSizeRender(3)

Ah, dan satu lagi, Andyna. Jika nanti, kau temukan lagi kilauan bintang di puncak semesta, atau padang bunga yang cantiknya luar biasa, atau mungkin, hamparan laut berlembayung senja. Tolong sampaikan saja pada mereka. Terima kasih sudah buat Andynaku bahagia.

Oh Moc – moooc,

Fara Gandi

Foto: Fara Gandi, Abby Subarkah

Ilustrasi: iWearUp, non-sense warehouse

Di Belakang Panggung

Dear Joze: Cerita Hepi Elevenia

Namanya Stanislaus Joze. Cukup dipanggil Joze. Satu dari jutaan Parasit Lajang yang setiap hari gentayangan menuh-menuhin Jakarta hahaha! Tapi dia beda, dia istimewa, dia datang dengan banyak halaman cerita. Saya mengenalnya sekitar 2 tahun lalu gara-gara sebuah road trip dadakan. Ketika itu, tidak ada setitik pun awkward moment seperti orang baru kenalan pada umumnya. Have you ever met someone new but it feels like you knew him/her so good in previous life? I have. One of them was Joze, and luckily, he turned out to be one of my best buddies.

ELEVENIA 22

Joze punya beberapa hobi yang sama anehnya dengan saya. Sama-sama suka nyusahin diri sendiri cuma buat ketemu air terjun tinggi, deras, dan dingin. Sama-sama percaya bahwa ngopi adalah budaya lintas zaman, tidak peduli apakah kalian Generasi X, Y, atau Z. Sama-sama berusaha bikin feed Instagram yang rapi. Sama-sama betah berjam-jam keliling galeri seni. Sama-sama doyan Bakpao Telur Asin. Sama-sama girang tiap ketemu adik-adik di kelas belajar padahal tidak sepeser pun dibayar. Perlu diterusin? Well I could talk about it all day long.

ELEVENIA 17

ELEVENIA 7

ELEVENIA 9

Behind his geek and stylish look, he truly is a cotton candy at heart. Joze bisa gegalauan hanya karena lagu Adele mengudara dari radio mobil atau nonton film yang diadaptasi dari kisah nyata. Bahkan pernah juga tiba-tiba telepon dan bilang, “Dyn, temenin gue ke barbershop, please!” Lain waktu, giliran saya yang manja, “St. Ali yuk, Jo? Gerimis nih. Mau yang anget-anget”. And less than an hour, he will be sippin’ lattes next to me.

ELEVENIA 15

ELEVENIA 6

ELEVENIA 16

But little did I know, he is, in fact, also a very committed man, especially when it comes to health. “Boleh nggak kita ngumpulnya Minggu aja? Sabtu gue mesti latihan badminton nih,” pinta Joze persis seminggu yang lalu. Itu baru satu contoh. Belum lagi kalau dia sedang padat dipenuhi jadwal half marathon atau naik gunung. Konsistensi Joze buat rutin olahraga mungkin patut jadi kebanggaan Menpora. Lol! I mean it, he is ridiculously good at this.

ELEVENIA 2

ELEVENIA 1

ELEVENIA 18

Makanya, buat momen Paskah sebentar lagi, saya punya ide hadiah yang cocok buat Joze. Tepatnya kategori produk Olahraga & Outdoor di situs belanja Elevenia. Mulai dari trekking shoes, exercise kit, sport armband, camping lamp, atau bahkan wind-proof portable stove buat agenda naik gunung dia berikutnya. Seru kan? Siapa bilang hadiah Paskah mesti begitu-begitu saja?

ELEVENIA 23

ELEVENIA 26

Kalian tahu? Memanfaatkan kemudahan berbelanja di Elevenia juga semakin nyaman dengan adanya mobile application. Kalau kamu belum punya, buruan download sekarang! Karena kapan pun, dimana pun, kita bisa bebas mengakses lebih dari 30.000 seller dan juga 4 juta varian produk, semua dalam satu genggaman tangan. Disempurnakan pula dengan tampilan fitur-fitur canggih yang sangat mudah digunakan secara instan. Apalagi pilihan pembayarannya lebih banyak, seperti E-Money, Internet Banking, Bank Transfer, ATM, Kartu Kredit, sampai Pos Pay. You know what they said, Klik Cari Hepi!

raisa brand ambasador elevenia

ELEVENIA 21

ELEVENIA 5

Itu dia Cerita Hepi Elevenia saya bersama sahabat kesayangan kali ini.  Semoga kalian suka. Now do you have this kind of lovely figure who makes you wanna share happy moment too? Ayo gantian cerita di kolom komen ya. Thanks for coming, Blog Walkers!

Also watch my travel vlog with Joze ➸ Nuart Sculpture Park

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

4 April 2017

Foto: Joze King, Andyna, Citra Kusumah Nur Rahmat

Ilustrasi: Elevenia, Andyna

Di Belakang Panggung

Danamon Special Community Project

In collaboration with Special Community Project by Bank Danamon and Padi-Padi Creative. Here’s a commemoration of Danamon’s 60th anniversary, as the spirit of “Giving Back to The Community” has brought forward. This project was held in 12 different locations in Indonesia. Trying to help those less-fortunate kids who cannot get a proper education or any skills. Spread the love and kindness!

P.S: Voice Over by yours truly. ❤

Read another work of mine Kelas Inspirasi Jakarta 5

andyna-signature-2017-black

March 9th, 2017

Di Belakang Panggung

Jadi Penasehat CEO E-Commerce

“Enak banget kali ya bisa keluyuran ke mal tiap hari kayak lo gitu,” ujar hampir setiap klien yang saya temui. Kantor saya memang tepat berada di area Kota Kasablanka. Salah satu kawasan one stop shopping paling hits di Jakarta Selatan yang pengunjungnya konsisten belingsatan 7 hari dalam 1 minggu. Kalau kalian anggap fakta ini menyenangkan, tunggu dulu. Bagi kaum metropolis, pasti kalian tidak asing dengan kemacetan fantastis di jalur Kasablanka bukan? Atau mungkin pernah merasakan antrian lebih dari 30 menit hanya untuk bayar belanja bulanan? Percayalah, ini pemandangan saya sehari-hari.

shopping-images-girl-street-cape-town-1492627

Berhubung sepanjang Senin sampai Jumat saya sudah berkubang di mal. Maka ketika akhir pekan tiba, saya sungguh enggan pergi ke tempat serupa. Apalagi jika tujuannya hanya untuk berbelanja. As a part of millenials generation, I would simply go online shopping. Hingga tahun 2017, ada lebih dari 26 juta wadah transaksi jual-beli berbasis online alias E-Commerce di Indonesia. Dengan pilihan produk yang jauh lebih variatif ketimbang flagship store. Platform belanja ini juga membuka peluang bagi kita untuk bisa berinteraksi langsung dengan si penjual. Even customizing the item according to our own personal taste. Semua dalam satu genggaman tangan.

iPrice Group 2

Dari sekian banyak nama, E-Commerce mana yang menarik untuk saya bahas? Pilihan saya jatuh pada Elevenia. Sebuah situs belanja online dengan konsep open marketplace pada urutan nomor 23 di Indonesia. Sudah beroperasi sejak tahun 2014. Serta merupakan joint venture antara PT. XL Axiata (Telekomunikasi) dan SK Planet (Korea Digital Business)Kenapa saya suka Elevenia? Sederhana sekali. Saya tidak pernah gagal mendapatkan barang-barang unik didalamnya. Pernah suatu ketika saya sudah keluar-masuk 10 toko outdoor gear, tidak ada satu pun yang menjual sandal gunung warna pink (centil amat ya!). Eh giliran buka Elevenia, berderet dong katalognya. Tinggal pilih mau ukuran berapa. Dengan harga terjangkau, sandal ini sudah terbukti tangguh saya bawa naik-turun hiking sampai Raja Ampat.

eleveniaklikcarihepi

Screenshot_3

Nah, sekarang saya dapat tantangan menggoda dari iPrice nih. Mereka bilang, andai saya punya kesempatan jadi Penasehat CEO E-Commerce Elevenia, saya mau menyampaikan saran apa sih? Not that I’m such an expert, of course. Tapi beberapa strategi yang akan saya utarakan akan mengacu pada FOR (Frame of References) dan FOE (Field of Experiences) saya sebagai konsumen aktif Elevenia. Keep scrolling!

ecommercemilo

1. Mobile Streaming Home Shopping

Ucapkan selamat tinggal pada home shopping televisi yang lebih banyak gimmick daripada eksplorasi produknya. Lewat semangat digitalisasi, kenapa kita tidak membuat Mobile Streaming Home Shopping? Tentunya dengan memanfaatkan mobile app dan sejumlah media sosial yang ada (Facebook Live, Instagram Live, Twit Live, YouTube Live, Snapchat, dll). Setiap hari, kita bisa mengupas berbagai macam keunggulan produk, special hot deal, tutorial order, bikin interaksi lebih kuat dengan taktik giveaway, dan masih banyak lagi. 

iPrice Group 3

iPrice Group 1

Screenshot_1

2. Offair Routine

Mengelola produksi pertunjukan offair adalah modal penting yang tidak boleh diabaikan dalam upaya branding. Pilihlah lokasi sesuai target pengunjung. Kita juga wajib melibatkan blogger, vlogger, atau sosial influencer sebagai juru bicara. Bentuk program offair pun bisa sangat beragam. Mulai dari pameran, workshop, garage sale, mini konser, meet and greet bersama brand ambassador, sampai pemutaran film. Hah? Apa hubungannya pemutaran film sama online shopping? Well, coba bayangkan kalau kita bisa punya semua detail OOTD (Outfit of The Day) Raisa di film Terjebak Nostalgia lewat katalog Elevenia? Wouldn’t it be great? Ha!

Cv1I-WSW8AA5QVk

Raising Edmonton

3. Clean Up Your Homepage

Even though content is everything, but hey, people always judge the book by its cover. Always. Jadi, rapikan tampilan homepage sesering mungkin. Jangan sampai kelihatan jorok. Pilih font yang mudah dibaca. Turunkan banner yang sudah tidak berlaku. Kalau produknya sudah sold out, untuk apa masih diletakkan di homepage? Terkesan sepele sih, tapi ternyata sangat mempengaruhi mood dan kenyamanan mata pengunjungnya.

iPrice Group 4

4. Stop Selling Fake Products

Pembeli yang cerdas akan dengan mudah membedakan mana produk asli, dan mana yang imitasi. Pembeli yang cerdas tidak akan tergiur harga murah, tapi kualitasnya tidak terasah. Pembeli yang cerdas bahkan kini sudah mengenali kode produksi, sticker hologram, hingga material produk yang dibeli. Please, never underestimate their sense of shopping.

maxresdefault

5. Discount Devil

Terakhir, orang Indonesia itu niscaya berbinar-binar tiap mendengar kata diskon. Bagaimana tidak? Program Midnight Sale menjelang akhir tahun terbukti selalu penuh dan sesak. Bahkan Buy 1 Get 1 Starbucks pasti berujung lini panjang para pecinta kopi atau yang sekedar ikut-ikutan saja. Pintar-pintarlah menempatkan diskon atau voucher pada momen-momen seperti Pilkada, Pemilu, tanggal merah, hari raya besar, peringatan kemerdekaan, hingga selebrasi internasional sekali pun seperti Valentine, Halloween atau Thanksgiving.

Screenshot_7

Online shopping dan elemen disekitarnya itu sangat dinamis. Selalu ada pergeseran dan perubahan tiap periode waktu. That’s why we need to be playful inside, in order to attract spectator outside. Kalian punya masukan lain untuk sang CEO? Feel free to drop a comment below!

andyna-signature-2017-black

21 Februari 2017

Foto: Jakarta Great Sale, Raising Edmonton, Terjebak Nostalgia The Movie, Maxime Moone

Ilustrasi: Andyna, Ecommercecemilo, The Balance, Meaningful Musing, Moveis Figueiredo

Di Belakang Panggung

BLOGGING: Representasi Kapsul Waktu

Dalam daftar karier yang berlaku secara global, Blogger sudah diakui sebagai sebuah profesi nyata loh. Tak terkecuali Indonesia. Sebut saja Marischka Prudence, mantan News Reporter dan Host Metro TV yang mantap memutuskan berhenti kerja kantoran sejak tahun 2012 lalu, dan berkonsentrasi menggarap travel blog. Perkara advertorial, sponsor, atau endorsement, tidak usah diragukan lagi. Money comes along for what she has written. Tapi jauh lebih dalam dari itu, saya mengagumi bagaimana Pru begitu berani dan percaya diri melakukan apa yang ia suka. Oh yes, ladies and gents, blogging requires a huge passion inside.

tumblr_ofkid4jtng1tg2ipio1_1280

Kalau minatnya sudah menggembung, maka modal wajib selanjutnya bagi setiap Blogger adalah perangkat komputer jinjing alias laptop. Meskipun aplikasi blog sudah banyak yang bisa diakses lewat smartphone, namun sampai sekarang menurut saya, itu bukan pilihan terbaik. Kenyamanan aktivitas blogging harus berada pada urutan prioritas. Mulai dari riset data, drafting tulisan, photo editing, video editing, merakit grafis pendukung, sampai final preview. Saya percaya, proses produksi dengan menggunakan perangkat laptop yang mumpuni akan menghasilkan blog yang semakin baik dan menarik untuk dinikmati. Oleh sebab itu, di kalangan komunitas Blogger, sangat dianjurkan memilih prosesor Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7. Kenapa? Sebab fitur ini memanjakan kita dengan multi kinerja tinggi. Tidak mau kan laptop kita tetiba mogok mendadak saat mengaktifkan lebih dari 5 software bersamaan? Padahal mood menulis sedang bagus-bagusnya.

p2430_black_-14

Bicara lebih rinci. Tentu saya menjatuhkan pilihan pada Notebook ASUSPRO P2430UJ dengan tampilan super kekinian. I mean it, inside and out. Terutama buat Blogger yang suka bereksplorasi dengan lika-liku multimedia, siap-siap dimudahkan dengan dukungan discrete graphics berbasis Nvidia GeForce 920M.  Desain maha tipis, sehingga enteng dibawa kemana-mana. Oh iya, kalau kalian pakai kacamata minus seperti saya, tidak usah khawatir matanya gampang lelah. Karena layar ASUS dilengkapi fitur anti glare. Blogging berjam-jam jadi semakin menyenangkan, kan?

p2430_black_-7

Selain itu, saya juga punya peluru lainnya untuk dapat membuat konten blog secara kreatif dan produktif. Blogging sejatinya merupakan proses bertumbuh. Dan kunci dari bertumbuh adalah konsisten melakukan hal tersebut. Pahami bahwa blog kita tak akan pernah menyentuh kata sempurna. Yang bisa dilakukan yaitu berusaha membaik dari waktu ke waktu. Nah berikut ini beberapa hal yang biasa saya perhatikan dalam proses blogging.

1. Laci pikiran

Saya sendiri mempelajari seluk-beluk blogging di bangku kuliah. Dulu sih tulisan-tulisan saya nyaris tanpa outline. Semakin banyak belajar, barulah saya mengarahkan tulisan-tulisan saya agar mulai menemukan induk tema. Saya menulis berdasarkan gagasan terfavorit yang saya simpan dalam laci pikiran. Itu sebabnya mengapa blog saya sendiri terbagi menjadi 5 direktori besar. Binar Bervakansi (travel writing), Sepotong Sastra (literature), Tudung Seni (street art), Layar Perak (movies), dan Di Belakang Panggung (all about broadcasting). Semua ditulis jujur menurut sudut pandang serta ciri khas gaya bahasa saya sendiri.

tumblr_ojsqt1lpzt1tg2ipio1_1280

2. Breakdown Pointer

Seringkali bohlam ide saya menyala secara ganjil, aneh, dan di tempat yang tidak terduga. Mereka hadir bukan dalam wujud kalimat panjang, apalagi paragraf. Melainkan berupa poin-poin sederhana. Tentang koloni Manta Ray di tengah laut. Tentang barista Kopi Gayo. Tentang geliat konser musik. Tentang antusiasme festival film, atau apa saja. Maka dari itu, saya pun suka memanfaatkan fasilitas voicenote atau folder notes pada smartphone. Kemudian dari breakdown pointer itulah, saya kembangkan ke tahapan blogging yang lebih intens.

blogging-success-2013-green-wood

3. Optimalkan Pemakaian Software

Setiap Blogger pantang hukumnya malas mengulik hal yang satu ini. Trust me, it is an eternal investment. Especially if you wanted to start to monetize your blog. Konten tulisan yang bagus memang penting, tapi jelas tidak cukup. Salah satu yang menjadi nilai keunggulan sebuah blog terletak pada sentuhan visualnya. Setajam apapun cerita kita, pengunjung blog akan mudah bosan kalau melulu hanya dicekoki ratusan kata. Mana ada juga brand yang mau sponsorin blog ala kadarnya? Bermainlah dengan elemen pendukung seperti foto, video, audio, ilustrasi, sampai grafis yang kita suka. Gunakan software alternatif semacam Adobe Photoshop, Adobe Premiere, Cool Edit Pro, Picsart, Photorush, Lightroom, VSCO, dsb.

template-teenlicious-i-am-andyna

4. Portal Pendukung

Dimana sih cari referensi font yang variatif? Kok Blogger sering kehabisan kata ya? Mau blog walking tapi bingung deh kemana? Sebaiknya frekuensi posting dalam 1 minggu berapa kali? Gimana caranya supaya statistik pengunjung blog terus meningkat? Dan ribuan pertanyaan seputar blogging lainnya yang tidak akan terjawab kalau kita ogah-ogahan membuka portal-portal yang bisa mendukung materi tulisan kita.

212161

14379894_208442402906886_3010257625493196867_o

5. Eksplorasi Diri

Pergilah ke tempat yang belum sempat kita datangi. Cicipilah kuliner yang belum pernah kita rasakan. Dengarkanlah streaming musik yang belum tentu kita suka genrenya. Tontonlah film yang belum kita intip sinopsisnya. Berkenalanlah dengan jiwa-jiwa baru di luar sana. Tulislah apa yang membuat kita gelisah. Bagi saya, blog itu bagai representasi kapsul waktu yang kita alami sepanjang hidup.

IMG_6737.JPG

Disclaimer:
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog ASUS yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.

logo_asus_isoi_intel-300x99

andyna-signature-2017-black

31 Januari 2017

Foto: Andyna, Fara Gandi, ASUS

Ilustrasi: Nonsense-warehouse, Storytelling The Gingerbread Gem

Di Belakang Panggung

Cetak Biru

Suka tidak suka, kita tinggal di sebuah negara dengan latar high context culture. Istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan tipe komunikasi yang gemar sekali berbasa-basi. “Eh sibuk apa sekarang? Tinggal dimana sih? Naik jabatan dong? Kok si anu belum hamil-hamil juga? Oh ini gaun bikin sendiri ya? Kamu datang sama siapa? Mau traveling kemana lagi?”, dan sejenisnya. Kuberi tahu, Kawan, 95% pertanyaan tersebut hanya berakhir di meja gosip, 3% sekedar memecah rasa kikuk, dan 2% yang benar-benar menanyakan keadaan kita.

let-me-grow

Ketika mengambil keputusan besar untuk meninggalkan Global TV tahun 2016 lalu, hanya ada 3 karib yang spontan tersenyum mendukung dan tidak memburu saya dengan pertanyaan “Kenapa?”. Inez Gummay, Fajar NF, dan Ikka Wuwiwa. Sementara yang lain komat-kamit menakut-nakuti saya dengan seribu satu probabilita resiko. Dan sore ini, dengan secangkir Es Jeruk Kietna serta bunyi ketak-ketik laptop, saya mengucap syukur. Betapa saya senang telah melompat keluar dari tempurung kenyamanan. Betapa banyak ilmu yang saya pelajari di tempat baru. Betapa pola hidup saya setahun belakangan membaik. Betapa saya punya kesempatan lebih banyak berkelana dan menulis. Betapa tidak secuil pun saya menyesal. Lalu apakah saya harus menangkis omongan kiri-kanan tadi? Ah, tentu tidak. Why do I have to find approval for what I have built? From those who didn’t even help me built. Ha!

kinda-happy

Cara Tuhan sayang sama makhluknya itu beda-beda. Dan saya percaya, TIDAK ADA CETAK BIRU (blueprint) hidup itu mesti A, B, atau Z. Some of us will make a lot of money, others won’t. Some will get married early (not to mention worldwide statistic said there are at least 40 cases of divorce per hour, yes per hour), others not even think about it and running for their higher education instead. Some will have 5 legitimate children, others will enjoy to have none. Some will find happiness living in a fancy mansion, others might be happy just hugging their best friends. Got my point?

Contoh lain. Almarhum kakak kandung saya, Alphanindra Venaria, tutup usia ketika baru menginjak 22 tahun. Apakah hidupnya sia-sia? Bagi saya, tidak. Saya ingat betapa ia sedang sangat bergairah menjalani masa kuliah, dan saya masih pakai seragam putih abu-abu. Oh ya, waktu itu, SMA Negeri 1 Serpong Tangerang adalah sekolah pilihan Alpha spesial untuk saya. “Biar lo nggak macet-macetan, Dek. Lagian kalau ke arah kota, bakal panas dan banyak tawuran. Ini sekolahnya adem. Enak buat belajar. Percaya sama gue,” begitu pesannya. Sebagai sulung, ia kerap mengalah dalam banyak hal. Termasuk perkara remeh memilih kamar tidur atau rebutan gitar. He would do anything as long as I’m happy. I think God had loved and given him a piece of genuine heart. Dan ketika ia pergi selamanya, saya serasa ditampar keras. Siapa lagi saudara sedarah yang menyayangi saya tulus tanpa syarat seperti itu? Hence, his life was irreplaceable to me.

get-rid-of-worries

unnamed-1

Jadi, kembali pada ketiadaan cetak biru dalam hidup manusia. Coba pikir lagi. Buat apa kerepotan menentukan satuan poin bagi apa yang dijalani orang lain? Let’s embrace what we have and stop telling people what they should have.

Selamat Tahun Baru.

Selamat berbahagia dengan CARA kita masing-masing.

andyna-signature-2017-black

2 Januari 2017

Ilustrasi: nonsense-warehouse