Binar Bervakansi · Tudung Seni

MUSEUM MACAN: Ruang Seni Alternatif Berstandar Internasional

Mari kita lupakan soal mana yang lebih disepakati banyak orang; apakah bervakansi ke museum itu kuno atau justru kekinian? Bagi saya, perdebatan itu sudah tidak menarik. Tak terkecuali dalam konteks Jakarta sebagai nadi Indonesia. Karena nyatanya, kota ini semakin piawai memoles bangunan biasa sekalipun, menjadi sentra koleksi karya yang atraktif, bahkan sayang jika dilewatkan Kids Zaman Now.

Satu lagi ruang seni alternatif yang baru saja diresmikan dan dibuka untuk publik tepat 4 November 2017 lalu. Namanya MACAN; Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. Ketika bertandang, saya menemukan beberapa poin unggul yang bisa jadi alasan kenapa kalian patut memasukkannya ke dalam agenda akhir pekan. All curated and photographed by yours truly.

IMG_8587

1. Great Space

Museum Macam is setting the bar pretty high as the term of an artspace. Akhirnya Jakarta kembali melahirkan institusi tetap yang layak dijadikan standar internasional. Interiornya luas, minimalis, bersih, dengan jangkauan langit-langit memadai. Jarak antar karya juga tidak sesak. Dilengkapi partisi temporer yang bisa diadaptasikan sesuai sub-tema pameran.

IMG_8579
Sedikit masukan, menurut saya, pencahayaan masih lemah di beberapa titik. Akibatnya, tampilan karya sepintas justru seolah kusam.

2. Berbasis Edukasi

Mari menanamkan iklim keluarga bahwa ruang seni alternatif adalah alat edukasi yang menyenangkan bagi anak. Kita bisa mengenalkan ragam warna, bentuk, struktur, tempat, tokoh, atau apa saja. Sadar akan hal ini, Museum Macan juga sigap memfasilitasi area pendidikan khusus anak, serta bermitra dengan sekolah setempat.

IMG_8577
Tur keluarga dilakukan setiap hari Sabtu tepat jam 10 pagi.

IMG_8584

3. Painting Parade

If you do love walking slowly and staring quietly a painting parade, this should be your next stop. Museum Macan didominasi koleksi lukisan klasik hingga kontemporer dari belahan Asia, Eropa, hingga Amerika Utara. Syarat pesan satir, jenaka, tapi keras menampar. Kritis tanpa menggurui.

IMG_8583

IMG_8580

4. Helpful Volunteer

Punya teman bule? Jangan ragu ajak mereka ke sini. Sebab sejumlah volunteer siap memberi pendampingan dalam bahasa Inggris. Oia, mereka juga dengan senang hati membantu kalau kita butuh fotografer dadakan. 😉

IMG_8578

IMG_8589

5. Berbayar

Terus terang, saya sangat mengapresiasi adanya sejumlah harga tiket yang harus dibayar (Rp 50,000 untuk dewasa, Rp 40,000 untuk pelajar, Rp 30,000 untuk anak). Why, you ask? Karena dengan begitu, ada upaya seleksi pengunjung. Setidaknya, bukan gerombolan remaja alay yang suka norak foto-foto sampai menyentuh karya.

IMG_8585

Museum Macan terbuka setiap hari dari jam 10 pagi sampai jam 7 malam. Selain booking via website, kalian juga bisa kok beli tiket on the spot. Selamat mencoba. Jelajahi negeri dengan tawa.

Read more about art TRAVEL 101: 10 Etika Bervakansi Seni

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

6 November 2017

Lokasi: AKR Tower Level MM, Jalan Panjang No. 5 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Indonesia

Foto: Andyna

Binar Bervakansi · Tudung Seni

TRAVEL 101: 10 Etika Bervakansi Seni

Demam suasana ART|JOG 2017 masih sangat terasa. Thanks to the cyber madness, I have to admit. Perayaan seni di negeri kita sekarang bisa mendapatkan atensi publik secara proporsional. Kita, sidang penikmat seni, pun serasa ikut dilibatkan dalam spasial yang semakin interaktif dan responsif.

img_1849

Gara-gara bertandang ke ART|JOG 2017, saya menemukan bentuk kecemasan lain. Khususnya menyoal ketertiban para pengunjung. Bukan karena saya gila aturan. Namun pemahaman ini menjadi hakikat penting demi kenyamanan bersama. So here they are, 10 etika bervakansi seni yang juga sudah dilakukan di banyak negara.

img_1895

1. Berpakaian Baik

Spending time to come to an art festive is a concrete form of appreciation to the artists. Tidak mesti formal kok. Tapi pilihlah pakaian yang baik, sopan, dan tidak menodai atmosfer acara. Masa situ tega pakai Crocs dekil, kaos bola kucel, atau sandal jepit kayak mau ke warung?

img_1876

2. Antri

Adalah wajar jika jumlah pengunjung dibuat rotasi terbatas. Misal, setiap satu jam hanya boleh ada 100 orang di dalam pameran. Tujuannya, agar pergerakan tidak menumpuk dan membahayakan ruang jarak karya seni. Karena itu, bersabarlah antri, atau datanglah lebih pagi.

img_1879

3. Loker Barang

Titipkan tas atau barang bawaan ke loker yang sudah pasti tersedia. Guna pertama, menghindari kehilangan karena digeletakin sembarangan. Guna kedua, tubuh kita jadi lebih leluasa berjalan. Guna ketiga, mengurangi resiko kalian menyenggol atau memecahkan karya seni

img_1885

4. Turn Off The Flash

Hobi jeprat-jepret? Boleh banget bawa kamera. But turn off the flash (blitz) please. Intensitas flash yang berulang dapat merusak karya seni, baik itu warna, tekstur, hingga materi dasarnya. Di beberapa museum mancanegara, kamera bahkan tidak diperbolehkan masuk sama sekali, terkait usia karya yang sudah melintasi zaman.

img_1889
5. Jaga Jarak Berfoto

Geregetan setinggi langit kalau lihat orang yang seenaknya foto sampai badannya nempel, atau malah menginjak karya seni. Gusti! Itu bikinnya setengah mati loh. Biasakan beri jarak foto setidaknya 1 meter dari objek, atau manfaatkan fitur zoom in pada lensa.

img_1884
6. Touch Me Not

Masih turunan dari poin sebelumnya. Saya sering sekali melihat orang begitu lancang menyentuh karya seni karena alasan penasaran. Duh! Penasaran sama norak beda tipis ya? Nanti giliran tangannya kotor, basah, berminyak, terus nempel di objek yang disentuh, situ sanggup ganti?

img_1881
7. Less Talking

Read the art credits. Pay attention to the epitome of details. Learn as much as you can. Kalau mau berisik cekikikan dan ngobrol ngalor-ngidul, pergi saja ke beer house.

img_1886
8. Duduk Sembarangan

Lorong sepanjang galeri difungsikan sebagai akses jalan pengunjung. Jadi jika kalian mulai pegal, beristirahatlah di tempat yang sesuai. Jangan duduk sembarangan memenuhi koridor.

img_1873
9. No Picnic Inside

Salah satu hal yang saya suka dari ART|JOG 2017 yaitu partisi food stall di taman luar. Fasilitas ini memudahkan kalian untuk makan dan minum di antara jeda atau setelah kunjungan selesai. Never try to sneak any food or drink inside. It ain’t a picnic!

img_1890
10. Tertib Sampah

Terakhir. Pasti nyaman kan kalau bebas berkeliling menikmati karya seni dengan area yang bersih? Maka buang sampahmu pada tempatnya biarpun hanya sekecil sobekan tiket.

img_1851-2
Bervakansi menikmati karya seni sungguh dapat menjadi alternatif liburan yang asyik. Terlebih, Indonesia punya begitu banyak seniman ganas dan liar yang bertumbuh sepanjang masa. Selamat mencoba. Jelajahi negeri dengan tawa!

Read more about art Flow Into Now: Republik Serba Kekinian

Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

18 Juni 2017

Lokasi: ART|JOG 2017, Jogja National Museum, Yogyakarta, Indonesia

Foto: Andyna

Tudung Seni

MIXTAPE Vol. 10: One Love Manchester

When life knocks you down 9 times, then get up 10 times! No perfect words can describe how much I adore the inspiring Moonlight Bae, Ariana Grande. After being dragged into devastating tragedy, I can’t imagine how the attack must have been traumatic for her. But instead, she handled it with grace and righteous intentions. She decided to return and initiate a benefit concert with some fellow musicians. 

https-s3-ap-southeast-2.amazonaws.comvms-live-event-assets-prodtvimages20170675176ONLO1_OneLoveManchester_1920_170602

So today, I’d like to share you my most favorite tear-jerking performances during One Love Manchester. And yeah, you should probably keep that box of tissue right next to you, cause you might need it as well. Let’s sing along!

1. Black Eyed Peas & Ariana Grande – “Where is The Love”

It has been 14 years since this song looped into our playlist and still so relevant with the world situation. I swear you need to listen how the crowd were rapping word by word. This is just the definition of goosebumps!

Fave Part: Whatever happened to the values of humanity? // Whatever happened to the fairness and equality? // Instead of spreading love we’re spreading animosity // Lack of understanding / leading us away from unity //

2. Chris Martin, Jonny Buckland, Ariana Grande – “Don’t Look Back in Anger”

“Ariana, we all wanna say thank you to you for being so strong and so wonderful. You’ve been singing a lot for us. So I think, we in Britain wanna sing for you. This is called Don’t Look Back in Anger, and this is from us to you.” -Chris Martin

Fave Part: All of ’em!

3. Pharrell Williams & Miley Cyrus – “Happy”

Pharrell and Miley are simply 2 freakin’ souls whom I look up to since forever. Like forever. What a surprise to catch this uplifting song from them both. God! I really wannabe in the middle of that Old Trafford crowd! 😭

Fave Part: I should probably warn you I’ll be just fine // No offense to you / don’t waste your time // Here’s why! // Because I’m happy //

4. Katy Perry – “Roar”

There is no doubt that Katy knows how to make pretty bold statement on stage. First, by putting the sample of Hard Knock Life by Jay-Z on the intro. Second, she printed some Instagram photos of Manchester attack victims on her dress. Vroom! Vroom!

Fave Part: Now I’m floating like a butterfly // Stinging like a bee I earned my stripes //

5. Ariana Grande – “One Last Time”

The way she holds her boyfriend’s hand on the first verse. The way she tried not to burst into a tears. The way she stand tough to even finish this closing act. To me, this little human being is just 23 years old normal person with such a brave heart.

Fave Part: All I really care is you wake up in my arms // One last time // I need to be / the one / who takes you home //

Read more about music  ➸ Ariana Grande: The Honeymoon Tour Jakarta

June 6th, 2017

Video: Courtesy of BBC

Photo: 9 Now

Tudung Seni

FLOW INTO NOW: Republik Serba Kekinian

ART SAMPOERNA - 8
Asal Menunjukkan Usul – Hermawan Tanzil

Merasakan transisi hidup antara era pradigital dan digital adalah satu dari banyak hal yang dialami Generasi Y, termasuk saya. Jika diibaratkan Snowball Effect, fenomena ini membentuk beraneka positivitas sekaligus negativitas dalam waktu bersamaan, dan semakin lama semakin membesar. Contoh paling gampang, sebut saja hoax alias pemberitaan palsu. Ada sih yang sudah cerdas melakukan 3S (Saring Sebelum Sharing). Tapi tidak sedikit pula yang bertingkah reaktif dan bikin suasana justru bertambah keruh. Uhuk!

ART SAMPOERNA - 13
Voodoobot “Right Now Hoax Become Breakfast” – Gatot Indrajati
ART SAMPOERNA - 9
Perfection of Imperfection – Erwin Windu Pranata

Kekinian. Istilah yang merujuk pada keberadaan masa saat ini. Didalamnya, kita meretas berbagai macam persoalan manusia sesuai dengan pilihan masing-masing. Hidup tak lagi sekedar memerkarakan pangan, sandang, dan papan. Kita seolah menggenapi piramida hierarki Maslow di puncak teratas; kebutuhan aktualisasi diri. Maka segala sesuatu seolah harus serba kekinian.

ART SAMPOERNA - 5
Mirror – Steven Huang
ART SAMPOERNA - 10
Shopping – Sardjito
ART SAMPOERNA - 16
The Haters & The Lovers – Yfana Khadija Amelz

Tidak ada yang salah, sesungguhnya. Namun hakikat kekinian tidak semata terkait teknologi mutakhir kan? Seni kita pun bisa menemukan rasa resahnya ketika bersusah-payah beradu di lini globalisasi. Maka pekan lalu, Sampoerna Strategic bekerja sama dengan Mobiliari Group, menjawab keresahan ini melalui program Art Sampoerna.

ART SAMPOERNA - 1
Mencari Jalan – Putu Sutawijaya
ART SAMPOERNA - 3
Dreams of My Mother Series – Nus Salomo

Dalam pameran ini, Art Sampoerna menampilkan kumpulan karya dari 49 seniman. Mereka menjelma dalam bentuk seni rupa, arsitektur, ilustrasi, mode, maupun aplikasi industri kreatif lainnya. Splendour!

ART SAMPOERNA - 4
Torque Ellipse Jacket & Deconstruction – Auguste Soesastro

ART SAMPOERNA - 15
Darth Madder – Nus Salomo

Para seniman diberi kebebasan berekspresi tentang hal-hal kekinian dengan pilihan framing dan media karyanya masing-masing. Namun benang merah mereka tetap satu, yaitu merefleksikan kompleksitas Indonesia.

ART SAMPOERNA - 11
Citra Bali Dalam Lapisan Ilusi – I Wayan Suja

ART SAMPOERNA - 2
There’s Never a Forever Thing – Krisgatha Achmad

Selain eksibisi, Art Sampoerna juga membuka beragam sesi workshop bersama kurator dan seniman yang terlibat. Pengunjung pun diperbolehkan membeli satuan karya jika berminat. Sebagai gelaran perdana, menurut saya, program ini cukup padat dan tepat sasaran dari segala aspek. Terlebih, ia berhasil mengalirkan isu cyberspace yang, perlahan tapi pasti, ikut menggerogoti gaya hidup bangsa ini. Ah halo, kekinian!

Read more about art ➸ Tough Romance: Sinergi Rasa Natisa Jones 

Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

22 Mei 2017

Lokasi: Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan, Indonesia

Foto: Andyna

Tudung Seni

3 CERITA 1 RUANG: Kelangkaan Intimasi Musik dan Jati Diri

“Tidak masalah kalian belum hapal atau tahu semua lagu kami.

Justru inilah momen kami memberi kurasi karya dan

kalian bisa memilih mana yang kalian suka.” -Kunto Aji

3 CERITA 1 RUANG - 38

Bermula dari ambisi liar di kepala Kunto Aji, untuk melahirkan sebuah Intimate Tour di Indonesia. Ia pun mewujudkan gagasan ini bersama 2 musisi muda bersinar lainnya, Eva Celia dan Jordy Waelauruw. Dalam kolaborasi showcase bertajuk 3 Cerita 1 Ruang.

Setelah menyinggahi 5 kota sebelumnya, yaitu Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Bandung. Tadi malam, ketiga musisi yang sama-sama baru meretas album dan tur pertama ini akhirnya tiba di titik pamungkas, Jakarta. Teater Salihara, sebagai salah satu zona seni kuat metropolitan, terpilih menjadi arena pertunjukan yang berdurasi tak kurang dari 3 jam tersebut.

3 CERITA 1 RUANG - 35

Pesan intimasi pertama yang sangat membuat saya berdecak kagum adalah unsur kedekatan. Tata panggung sengaja tidak dibuat berlevel, melainkan sejajar dikepung 4 sisi penonton. Para musisi asyik bermain dengan hanya beralas karpet. Saya bahkan cuma duduk menggunakan sand bag seat mungil. Di antara jeda lagu, Aji, Eva, dan Jordy begitu membumi dalam baur canda dan tanya jawab dengan penonton.

3 CERITA 1 RUANG - 2

3 CERITA 1 RUANG - 39

Jordy Waelauruw

Membius! Mungkin satu kata yang tepat mewakili impresi saya tentang pria asal Maluku ini. Jordy memakai terompet sebagai pion utama lagu-lagu di album perdananya, Stand Still. Namun ia balut dengan kecerdasan Soul-RnB. Bahkan sesekali ia jahil memasukkan robotic sound effect ala Daft Punk. I couldn’t remember how many times I had jaw-dropping moment cause he was just so unbelieveable. This dude is LIT AF!

3 CERITA 1 RUANG - 7

3 CERITA 1 RUANG - 5

Kunto Aji

Berada di jalur independen menjadi keputusan jebolan Indonesian Idol yang baru saja menjadi seorang bapak ini. Sebab disinilah Aji menemukan ekosistem bermusik yang sehat, hingga ia bisa menuntaskan album Generation Y murni dari hati. Harus diakui, Aji memiliki kematangan aransemen dan garapan lirik yang benar-benar terasah.

3 CERITA 1 RUANG - 14
“Waktu ikut manajemen lama, gue pernah disuruh pacaran sama model atau artis biar ngedongkrak popularitas. Gue sadar, gue jadi nggak jujur sama karya gue.”

3 CERITA 1 RUANG - 23

Stage Gimmick favorit saya berada pada lagu Mercusuar, dimana Aji berdiri dikelilingi choir berbaju hitam, dilengkapi cahaya senter sebagai metafora cahaya suar di tengah lautan. Cemerlang!

Eva Celia

Biarpun mengaku masih pegal-pegal karena 12 hari berturut-turut tidur di bis tur, Eva justru tampil tak bercela. Ada 6 lagu dari album And So It Begins yang dibawakan begitu bernyawa dan interaktif. Saya sudah mengikuti talenta Eva sejak ia kerap tampil satu panggung dengan ayahnya, Indra Lesmana. But this time, I found her energy in a different way. She performed so calm and charismatic. Malam itu, sebenarnya saya membawa CD album Eva dengan niat untuk ditandatangani, tapi ternyata gagal karena antrian bubaran sangat panjang hahaha! Next time it’s a must!

3 CERITA 1 RUANG - 29
“Lo nggak perlu berkompromi dengan seni yang lo mau. Jangan takut jadi independen.”

3 CERITA 1 RUANG - 27

Ibarat sajian makan malam, maka 3 Cerita 1 Ruang memberi sensasi per tahap. Jordy bagaikan entrée berupa Seared Scallops. Aji bagaikan main course berupa Foie Gras. Eva bagaikan dessert berupa Punch Romaine. Sangat memuaskan! Semoga tradisi intimasi musik langka seperti ini panjang umur. Agar khalayak bisa menikmati, musisi pun tak kehilangan jati diri. Setuju?

Read more about music ➸ Cara Nonton Live Streaming JOOX

Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

17 Mei 2017

Lokasi: Jalan Salihara No. 16, Pasar Minggu, Jakarta, Indonesia

Foto: Andyna, Teddy Adhitya, Lorong Musik

Tudung Seni

WIMBA KALA: Penawar Rindu Seni Prasejarah Indonesia

Ketika mengunjungi Gua Leang-Leang Maros, Sulawesi Selatan, beberapa bulan lalu, saya baru pertama kali melihat langsung yang namanya Gambar Cadas. Bingung dengan istilah ini? Saya pun awalnya begitu. Padahal, maknanya sangat dekat dengan buku pelajaran kita semasa sekolah.

GAMBAR CADAS INDONESIA - 13
Gua Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan, saat kunjungan saya Februari 2017 lalu.

Gambar Cadas (rock art) adalah jejak lukisan manusia prasejarah yang diteliti sudah bernilai puluhan ribu tahun lamanya. Disebut cadas karena medium yang dipakai berupa batuan cadas alami, baik di tepian pantai, gunung, dan gua. Yang lebih mencengangkan, ternyata kita punya begitu banyak situs alam dengan Gambar Cadas di sepanjang bentang khatulistiwa.

GAMBAR CADAS INDONESIA - 8
Indonesia dan Afrika sudah terbukti menjadi 2 titik di dunia yang paling banyak menyimpan asal-usul peradaban manusia.

Banyak peneliti yang percaya bahwa manusia pra-sejarah tidak sekedar menjadikan gua sebagai tempat tinggal, melainkan juga galeri seni primitif. Bayangkan, nenek moyang kita meretas ide untuk melukis dengan hanya bermodalkan kayu, bambu, daun, atau kulit binatang sebagai kuas. Wasn’t that incredibly insane?

GAMBAR CADAS INDONESIA - 1

GAMBAR CADAS INDONESIA - 2

Dari sanalah, sejumlah seniman mengobati kerinduan sekaligus kekaguman mereka pada seni prasejarah, lewat tafsiran masa kini bernama Pameran Gambar Cadas Indonesia: Wimba Kala. Dalam mimbar imajinasi, mereka menciptakan turunan karya dari sejumlah Gambar Cadas yang tersebar di Indonesia. Mulai dari seni instalasi, mural, lukisan, hingga videografi.

GAMBAR CADAS INDONESIA - 3

GAMBAR CADAS INDONESIA - 4

GAMBAR CADAS INDONESIA - 7

Benang merah yang paling terasa dari semua karya, menurut saya, adalah kecantikan alam Indonesia. Saya terpongah dengan ciri khas masing-masing seniman ketika menginterpretasikan bukti-bukti prasejarah tersebut. Retakan karst menjadi sangat artistik. Cahaya gua pun menjadi bias mesra.

GAMBAR CADAS INDONESIA - 9

GAMBAR CADAS INDONESIA - 12

Mengenal lebih dekat Gambar Cadas niscaya melanggengkan usaha kita agar lebih menghargai peradaban lampau. Pun, ia menjadi penawar rindu atas warisan kearifan nenek moyang, yang jelas-jelas, tidak dimiliki semua negara di dunia. 

GAMBAR CADAS INDONESIA - 5

GAMBAR CADAS INDONESIA - 11

Pameran ini terbuka untuk publik (tanpa dipungut biaya) sampai tanggal 15 Mei 2017. Sila mampir bersama. Jelajahi negeri dengan tawa.

Read more about artRemember Me: Antisipasi Ajal Dalam Seni

Disclaimer:
Ditulis untuk semangat gerakan #1Minggu1Cerita dengan tema “Rindu”.

LOGO

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

4 Mei 2017

Lokasi: Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Indonesia

Foto: Andyna

Tudung Seni

MIXTAPE: Andyna Vol. 9

♫ Indonesian Male Musician ♫

Through the ups and down of Indonesian music scene, today I gotta resume our local male musicians into one conclusion; YA’LL ON FIRE! It slaps my face how the worldwide gave them brighter spotlight than in our own shit. Especially these 5 phenomenons, which not only I have listened to their songs, but also got too many times of goosebump while attending their live concert. They’ve been raising up the bar to go planetary without loosing their real identity. Get your headphone and you’ll thank me later. 

1. Teddy Adhitya – “Let Me”

I saw him in an acoustic performance at Filosofi Kopi (local coffee shop in Jakarta) for the very first time. His track is that kind of tune you might want to sing along on your first-gig-date. Holding hands in front of the baricade or finger-snapping together. Never done that before? Do it!

Fave Part: Come closer to me // Let me cure you let me be your medicine //

2. Kunto Aji – “Mercusuar”

On March 15th 2017, I was lucky to finally work with this hillarious singer and songwriter for JOOX Indonesia. He wrote the big themeline of Mercusuar when he was getting married last year. And I instantly glued to the metaphor lyrics. This, gentlemen, is how you propose a woman to be your lifetime partner perfectly.

Fave Part: Jangkar sudah terjatuh / aku sudah benar-benar / luluh //

3. Dipha Barus feat. Kallula – “No One Can Stop Us”

Have you ever tune to a rhythmical song on the radio, thinking “Damn who’s on the airwave?”, but turned out to have jaw-dropping moment once you found that he’s a local DJ? No wait. That’s literally me! It’s impressive how he tried to enclose a traditional instrument into EDM track.

Fave Part: Sorry, I can’t pick one! It’s all too good. 😭

4. Rendy Pandugo – “Hampir Sempurna”

If you watch “Galih & Ratna” (Lucky Kuswandi, 2017), you might notice his voice by one of the original sountracks. Caught in an interview with him couple months ago, he told me how he simply started everything digitally from Soundcloud. I suggest, right after hour, when your day is over, play this beautiful ballad before your go to bed. Hello calmness!

Fave Part: Kau disampingku / diam membisu // Meski riuh dera jiwaku //

5. Rich Chigga feat. Ghostface Killah and Pouya- “Dat $tick” (Remix)

I’m running out of words to describe how much I respect this guy. He gave me high hope for the raising of Indonesian (plus Asian) Hip Hop again. Knowing that he never went to international school before, is just driving me even more insane. Hard to believe he’s only 17 with such a genius wordplay.

Fave Part: And you don’t wanna fuck with a chigga like me // When I pull up in that Maserati / better duck fore ya brain // Splatter on the concrete //

Read more about music ➸ Mixtape: Andyna Vol. 2

ANDYNA SIGNATURE 2017 - Black

April 27th, 2017